Aksi Begal Kian Marak Di Sumut, Edy Rahmayadi: Menciptakan Rasa Aman Adalah “Job Saya”

begal

(Sumber foto: FB Mu Mu/Dewi Budiati Teruna‎)

Maraknya aksi kejahatan jalanan alias begal, di berbagai daerah di Sumatera Utara (Sumut) terutama di Kota Medan kian meresahkan. Hilangnya rasa aman warga Sumut meningkat tajam, hal itu terutama dirasakan para kaum hawa, karena dilanda ketakutan dikala ingin bepergian keluar rumah.

Berikut pantauan redaksi eveline, mendapati ragam komentar netizen di media sosial terkait aksi begal yang belakangan kian marak terjadi di Sumatera Utara. Beberapa kasus begal terbaru disampaikan para netizen, diantaranya, Forum Komunikasi Waspada dan Berantas Begal Sumut menulis, “info dari teman jajaran satkom Tiger sakti.telah terjadi pembegalan terhadap driver grab atas nama david simanjuntak.tkp jalan sempurna teladan.mobil Avanza putih dengan BK 1281BP.mohon bagi rekan rekan agar berhati2 di jalan”.

Selain itu, ada juga dua pengemudi ojek dan taksi online diketahui tewas dibegal dalam dua hari. Hal ini seperti diberitakan Tribun-Medan.Com. “Betti Wani Purba (33), isteri mendiang sopir Grab Bike Ridwan Limbong (34) menangisi jasad suaminya di rumah duka Jl Palem IX, Lingkungan X, Kelurahan Helvetia Barat, Kecamatan Helvetia. Ridwan tewas setelah ditikami kawanan begal di Jl Juanda, Sabtu (23/9/2017)”. Disampaikan netizen bernama Mu Mu.

Berbagai kasus begal yang menimpa warga Sumut dan sudah meresahkan tersebut, tak luput dari perhatian Pangkostrad Edy Rahmayadi. Netizen bernama Ferdian S, menyebut bahwa Edy Rahmayadi bahkan pernah menyempatkan bertanya pada warga Sumut mengenai rasa aman ketika berada di jalanan. Ferdian pun melanjutkan, Edy saat itu dengan tegas dan spontan mengeluarkan sebuah pernyataan jawaban mengejutkan.

Edy pun melanjutkan, bahwa latar belakang dan pengalamannya menciptakan rasa aman bagi warga Sumut adalah keniscayaan. Ia pun menyebut keamanan adalah kunci membangun masyarakat.

Edy Rahmayadi jg menyebutkan, “aksi pembegalan adalah dampak dari kesenjangan sosial dan sulitnya mencari pekerjaan. Kejahatan kriminal seperti pembegalan sejajar prioritasnya dgn masalah ekonomi”, ujar Edy Rahmayadi menjelaskan.

Oleh karenanya, jangan mengira karena latar belakang saya militer, lantas soal keamanan jadi prioritas, keamanan itu sendiri adalah keinginan masyarakat sumut. “Perut lapar dan kebutuhan susu anak bisa jadi penyebab seseorang membegal, selain gaya hidup, dan lemahnya iman”, pungkas Edy Rahmayadi.

Untuk itu, Edy Rahmayadi bahkan menjamin dan sudah mempersiapkan langkah-langkah khusus untuk atasi pembegalan dan perampokan di jalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend