Aksi Massa Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Netizen Sebut Ada Ondel-ondel

Teluk Benoa

(Sumber foto: bali.bisnis.com)

Masyarakat masih terus menyuarakan penolakan atas rencana pemerintah untuk reklamasi Teluk Benoa. Adalah Forum Rakyat Bali (ForBALI), dan massa Solidaritas Jakarta for Bali, yang melakukan aksi massa menolak rencana reklamasi perairan Teluk Benoa, Bali.

Di Bali, ForBALI yang tergabung dalam Pasuban Desa Adat/Desa Pakraman, hari ini akan menggelar aksi damai di bendera Taman Ngurah Rai, Tuban, Bali pada pukul 14.00 Wita.  panitia aksi menyebutkan bahwa terdapat 26 Desa Adat/Pakraman yang akan turun aksi, tapi hari ini bertambah menjadi 27 Desa Adat.

Aksi itu akan dilakukan di dekat pintu jalan Tol Bali Mandara dan Bandara Ngurah Rai. Ribuan massa akan berjalan dengan titik kumpul awal di Wantilan Desa Adat Kelan, selatan Bandara Ngurah Rai dan secara serentak akan melakukan long march menuju lokasi aksi.

“Masyarakat yang menuju ke arah bandara atau sekitarnya, sebaiknya mendahului berangkat atau mencari jalan alternatif agar tidak mengalami hambatan lalu lintas,” kata Bendera Adat/Pakraman Kuta, I Wayan Swarsa, Tuban, Badung, Bali, Minggu (20/3).  Seperti dikutip dari kontan.co.id.

Padahal jalur yang dilalui cukup strategis karena menghubungkan jalan tol, Bandara, Kuta, Nusa Dua dan Denpasar. “Kami bukan lawan, tapi kami mitra negara untuk mengarahkan aspirasi masyarakat untuk mencapai kesejahteraan. Karena itu, penolakan Reklamasi Teluk Benoa harus direspon positif dan menemui titik ujung yaitu pemerintah harus segera membatalkan reklamasi Teluk Benoa,” tegasnya.

Pantauan redaksi eveline periode 20 Maret 2016 pada media sosial twitter, mendapati sebanyak 1.067 tweet netizen memperbincangkan mengenai penolakan reklamasi Telok Benoa. Puncak perbincangan terjadi pada pukul 08.00 WIB, sebanyak 438 tweet.

Seorang netizen terpantau menyuarakan kicauannya di twitter, “SBY seharusnya ikut dalam aksi keprihatinan MENOLAK REKLAMASI TELUK BENOA yang digelar rakyat Bali #savetelukbenoa”, tulis akun @1bromatra, nampak menyebutkan SBY seharusnya ikut dalam aksi keprihatinan menolak reklamasi Teluk Benoa.

Netizen lain dengan akun @sarasdewi, nampak menulis bahwa disela-sela aksi solidaritas massa tolak reklamasi Teluk Benoa, ada Ondel-ondel khas Jakarta, “Hey ada Ondel-ondel tolak reklamasi Teluk Benoa juga haha… #BaliTolakReklamasi”.

Sementara itu, di Jakarta sejumlah massa Solidaritas Jakarta for Bali menyuarakan penolakannya di sekitaran Bunderan Hotel Indonesia, pada Minggu (20/3/2016). Tujuan aksi saat ini untuk menekan peran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang sepatutnya merawat kekayaan alam Indonesia bukan melepas ke investor.

“Kami menolak, karena kami memiliki 13 alasan agar reklamasi Teluk Benoa tidak dibangun oleh pihak Kementerian LHK dan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” Kata salah seorang penolak reklamasi, Made Bawayasa, di Bunderan Hotel Indonesia, Minggu (20/3/2016).

Ia menjelaskan bahwa reklamasi akan merusak fungsi dan nilai konservasi serta perairan Teluk Benoa. Kedua, kata Bawayasa, reklamasi akan menyebabkan berkurangnya fungsi Teluk Benoa. Selain itu, dengan membuat pulau baru bisa menyebabkan Bali rentan terhadap bencana.

Reklamasi hanya ramah pada investor. Pemerintah mendukung investor untuk mendapatkan tanah dengan harga yang murah di kawasan pariwisata tersebut. Peraturan pemerintah juga hanya berpihak dan menguntungkan kepentingan para investor. Sedang nantinya akan merugikan negara.

Di sisi lain pariwisata Bali tergantung kepada alam yang membentuk budaya dan spritualnya. Mengubah status Teluk Benoa dari kawasan konservasi menjadi kawasan yang dapat direklamasi sangat bertentangan dengan komitmen inisiatif Segitiga Terumbu Karang. Kebijakan ini sekaligus merugikan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend