Aktivis Tolak Reklamasi Ditangkap Polisi, Polda Bali Dikepung Massa

Foto: Istimewa

Buntut penangkapan aktivis tolak reklamasi di Bali,  I Gusti Putu Darmwijaya, 27 tahun, malam (8/9) ini massa dari berbagai desa adat mengepung Polda Bali. Massa meminta klarifikasi mengenai alasan polisi menangkap rekan mereka I Gusti Putu Dharma Wijaya.

Akibat aksi tersebut, Mapolda Bali di Jalan WR Supratman akses jalan raya di depan Mapolda Bali ditutup sehingga arus lalu lintas tak bisa lewat.

Dikutip dari vivanews, Kepala Dusun Banjar Peken, I Wayan Murdika, menuturkan kehadiran mereka adalah untuk menanyakan nasib rekan mereka yang ditangkap Polda Bali. “Rekan kami itu ditangkap tiba-tiba. Ini seperti penculikan karena tidak ada pemberitahuan. Ditangkap di tempatnya bekerja.”

Dia menyayangkan penangkapan ini dilakukan di tengah Hari Raya Galungan. Menurut informasi yang dia terima, Putu Dharma ditangkap berkaitan dengan aksi penurunan bendera Merah Putih di Gedung DPRD Bali saat unjuk rasa tolak reklamasi di Teluk Benoa pada 25 Agustus 2016 lalu.

Hingga berita ini dimuat, ratusan massa dan diperkirakan terus bertambah memenuhi Polda Bali. Seorang aktivis menyebutkan bahwa saat ini tengah berlangsung negosiasi dengan aparat kepolisian.

Netizen lainnya juga menyayangkan aparat melakukan penangkapan disaat umat Hindu sedang melakukan perayaan Galungan. Netizen bernama @sarasdewi menyampaikan kekecewaannya melalui akun twitter sebagai berikut “Pada hari umat Hindu merayakan Galungan, POLDA BALI menangkap salah seorang kawan kami pejuang #BaliTolakReklamasi dari Desa #Sumerta”

Bahkan dalam video yang beredar disebutkan massa menyatakan siap berperang dengan aparat. Mereka meneriakkan yel-yel tidak gentar sampai dengan rekan aktivis mereka dibebaskan.

Berikut adalah video yang berhasil direkam oleh Tribun Bali yang menampakkan kemarahan masyarakat dan aktivis tolak reklamasi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend