Bripda Faisal Lepas Tembakan Lantaran Tak Boleh Masuk Kost Pacar, Netizen Sebut Polisi Arogan

Polisi koboi di Medan lepas tembakan karena dilarang masuk kost – sumber foto: Istimewa

Kembali tindakan ala koboi ditunjukkan oknum penegak hukum. Kali ini terjadi di Medan Sumatera Utara. Adalah Bripda Faisal yang pada Sabtu, 13 Juni 2015 kemarin sekitar pukul 10 malam menghebohkan warga di Jalan Belat kota Medan. Awalnya, Bripda Faisal mengunjungi sebuah rumah kost untuk menemui pacarnya. Namun, karena ada aturan bahwa tamu tidak boleh berkunjung lepas pukul 22:00 WIB, sang polisi tidak bisa masuk. Dia pun terlihat berdiri di depan pagar rumah.

Beberapa warga yang curiga dengan gerak-geriknya pun mendekat dan menanyakan maksud kedatangannya. Alih-alih menjelaskan dengan baik, pria 21 tahun justru marah-marah. Cekcok mulut ini mengundang pemilik kost Viktor Tambunan keluar. Sang pemilik rumah menegaskan larangan bertamu namun sang oknum polisi tetap tidak terima dan memaksa masuk. Hingga akhirnya, dia mengambil senjata yang dibawanya dan melepaskan 4 tembakan ke udara mengenai plafon rumah.

Tindakan arogan Faisal ini mengejutkan warga sekitar yang berkumpul di tempat kejadian. Mereka pun berinisiatif melaporkan hal ini ke polisi setempat. Tak lama kemudian, dua mobil polisi datang dan membawa sang oknum pergi. Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP B Luhut Sihombing membenarkan adanya aksi koboi yang dilakukan anggotanya.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas tindakan ala koboi sang oknum polisi di Medan ini? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 15 Juni 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Di mana terdapat total 1.718  tweet membicarakan tindakan seorang pria yang melepaskan tembakan karena tidak boleh masuk kost.

Sebanyak 190 tweet menyebut bahwa pelaku penembakan di Medan tersebut adalah seorang anggota polisi. Sementara, sebanyak 202 tweet menyebut alasan penembakan oleh oknum polisi karena dirinya dilarang masuk ke kost pacarnya lantara sudah melewati jam berkunjung yang ditetapkan pemilik rumah.

Netizen ramai menyebut tindakan sang polisi tersebut arogan karena dengan seenaknya memaksa masuk dan bahkan melepaskan tembakan saat dilarang. Lewat 423 tweet netizen menyebut perilaku ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Melalui 325 tweet netizen menuntut Bripda Faisal diproses secara hukum dan dikenai hukuman yang berat lantara menggunakan senjata api tidak semestinya.

Sementara itu, sebanyak 112 tweet menyebut Polresta Medan belum menerima laporan kejadian penembakan oleh polisi yang dilarang masuk kost pacaranya ini.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend