Demokrat Tuding Panglima TNI Berpolitik, Netizen Tidak Sepaham

gatot

Foto: Ilustrasi

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik menuding bahwa pernyataan yang dikemukakan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait adanya institusi nonmiliter yang memesan 5.000 senjata ilegal sebagai sebuah manuver politik.

“Kita semua perlu lebih tenang dan menjaga jarak dari manuver-manuver politik yang sudah menabrak batas kepatutan maupun undang-undang. Contohnya, manuver politik Panglima TNI Gatot Nurmantyo‎,” cetus Rachland kepada Media melalui keterangan pers, Minggu (24/9).

Baca Juga: Lewat Twitter, TNI AU Minta Maaf Soal Kicauan Isu 5000 Senjata Ilegal

Meskipun isu itu benar, tambah dia, Jenderal Gatot tidak boleh membocorkan data intelijen tersebut. Pasalnya, Panglima TNI tidak sepatutnya membocorkan data intelijen, apalagi yang sensitif, kepada publik.

Rachland menilai, Jenderal Gatot seharusnya menyampaikan perkara itu kepada DPR, bukan kepada‎ sesepuh dan purnawirawan TNI pada acara yang diliput luas Media, dan dipandang sebagai upaya untuk menghimpun dukungan bagi manuver-manuver politiknya.

Meskipun demikian, netizen cenderung mendukung dan percaya dengan pernyataan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo soal pembelian 5.000 senjata ilegal.

“bravo TNI,intelejen TNI akurat bro,,salut buat panglima(hormat) gebrak duluan sebelum kejadian,,we love u TNI we trust u” ujar netizen lainnya.

Sementara netizen lainnya juga terlihat memberikan dukungan terhadap langkah Gatot Nurmantyo tersebut. “Katakan yg benar walaupun itu pahit… dukung Panglima TNI JENDERAL GATOT NURMANTYO..berani mengungkapkan fakta yg sesungguh nya sl senjata” ujar akun @AzharMatang.

Selanjutnya Rachland menyebutkan sesuai prinsip keterbukaan demokrasi, kata dia militer tidak boleh mengambil kebijakan politik. Pasalnya, kebijakan tersebut cuma absah diambil oleh pengelola otoritas negara yang dipilih oleh pemilu demokratik.

“Panglima TNI tidak dipilih oleh pemilu. Panglima TNI diangkat oleh presiden. Kewajibannya bukan mengambil kebijakan, melainkan menjalankan dan mengelola operasi,” tukas Rachland.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend