Tamasya Al Maidah Tetap Jalan Di Tengah Bully Netizen

Netizen Mulai Menilai Konsep Anies dan Ahok Soal Atasi Banjir

Foto: Istimewa

Ketua Panitia Tamasya Al-Maidah, Ansufri Idrus Sambo mengatakan akan tetap mengerahkan massa pada hari pencoblosan. Kepastian ini menyusul adanya Surat maklumat berisikan larangan bagi masyarakat yang ingin memobilisasi massa di hari pencoblosan, Rabu (19/4).

Dikutip dari republika, “Insya Allah Tamasya Al-Maidah akan tetap kita laksanakan,” kata dia di Masjid Al-Ittihat, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (18/4).

Ansufri mengatakan pihaknya memaklumi maklumat yang dilayangkan Polisi dan KPU. Ia berjanji, peserta tamasya tersebut akan tetap taat pada aturan yang ada dan menghindari pelanggaran hukum.

Ansufri mengumpamakan Tamasya Al-Maidah layaknya rekreasi. Menurutnya, Tamasya Al-Maidah tidak perlu dicurigai, ditakuti atau sampai dilarang. “Tamasya Al-Maidah hanyalah tamasya biasa, dengan melihat-lihat objek tertentu yaitu TPS-TPS, dalam tenang damai,” kata Ansufri.

Upaya Tamasya Al Maidah tidak saja mendapat halangan dari edaran surat maklumat, melainkan juga dalam bentuk bully oleh netizen yang tidak sepakat.

Pantauan redaksi eveline sehari jelang pencoblosan (18/4), perbincangan netizen tentang tamasya Al Maidah mencapai puncak tertinggi. Jumlah kicauan netizen mencapai 9.769 tweet pada Selasa (18/4). Sebagian besar kicauan netizen berisikan upaya untuk mencegah terjadinya tamasya Al Maidah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*