Ditetapkan Tersangka Kembali, Faisal Basri Minta Setnov Segera Ditahan

Ditetapkan Tersangka Kembali, Faisal Basri Minta Setnov Segera Ditahan

Foto: ekplorasi / bbc

KPK resmi mengumumkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP lagi. Ini merupakan kedua kalinya KPK menjerat Novanto setelah kalah melalui praperadilan.

“KPK menerbitkan sprindik pada 31 Oktober 2017 atas nama tersangka SN, anggota DPR RI. SN selaku anggota DPR RI bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman, dan Sugiharto, diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi,” ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).

“SN disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” imbuh Saut.

Penetapan tersangka kembali oleh KPK terhadap Ketua Umum Partai Golkar tersebut ramai mendapat tanggapan netizen. Ekonom, Faisal Basri juga terlihat ramai berkicau dan meminta agar Setnov segera ditahan.

Kicauan Faisal Basri ini mendapat tanggapan yang sangat luas dari netizen. Tercatat sebanyak 1.258 retweet diberikan netizen Indonesia dan 1.020 likes.

Netizen juga terlihat meminta agar Faisal Basri berhati-hati dalam berkicau. “Kita justru khawatirnya, abang yang ditahan karena ngetwit begini” ujar akun @Winwannur.

Sebelumnya pada Juli 2017, KPK pernah menetapkan Novanto sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Namun Novanto mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Hakim tunggal Cepi Iskandar yang mengadili gugatan praperadilan itu mengabulkan sebagian permohonan Novanto. Status tersangka Novanto pun lepas.

Vonis praperadilan itu dibacakan pada 29 September 2017. Saat itu, Cepi menyebut KPK tidak bisa menggunakan bukti-bukti pada tersangka sebelumnya untuk menjerat Novanto.

Namun KPK kembali mengatur strategi. KPK mengulang proses penyelidikan kasus itu untuk menjerat Novanto.

Akhirnya, Novanto pun kembali dijerat KPK. Novanto disangka melanggar melakukan korupsi bersama-sama dengan tersangka lain yang sudah ditetapkan yaitu Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Anang Sugiana Sudihardjo, dan Markus Nari.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend