Dua Kejadian Ini Membuat Frasa “Rasis” Meledak Di Twitter

Mengumpat Gubernur NTB dengan Sebutan Tiko, Pria Ini Akhirnya Minta Maaf

Foto: Ilustrasi Rasisme

Frasa “rasis” bisa jadi menjadi kata yang kerap lalu lalang di media sosial. Pantauan redaksi eveline, selama periode 7-15 April 2017 menemukan kata ini digunakan sebanyak 37.455 kali oleh onliner twitter. Menariknya frasa rasis ini melibatkan 14.012 akun twitter.

Banyaknya akun twitter menunjukkan bahwa kicauan mengenai rasisme bukan digerakkan oleh akun-akun bayaran atau robot. Jika dibandingkan dengan banyak hashtag yang menjadi trending topik dengan jumlah akun pendukung hanya mencapai ratusan, maka dapat disimpulkan kicauan mengenai rasis ini murni karena ketertarikan netizen.

Pada periode yang sama, redaksi eveline menemukan kata “rasis’ ramai dipergunakan netizen pada Senin, 10 April 2017 dan Jumat, 14 April 2017. Pada tanggal 10, kicauan mengenai rasisme meledak mencapai 12.844 tweet paska beredar video kampanye paslon Ahok-Djarot.

Ledakan kicauan netizen dengan tema rasisme

Kicauan tudingan rasis pada saat peluncuran video kampanye Ahok-Djarot cenderung menurun drastis sehari setelahnya. Pada Selasa 11 April 2017, jumlah kicauan cenderung menurun dengan jumlah kicauan mencapai 4.723 tweet.

Kondisi tersebut berbeda dengan naiknya kicauan mengenai rasisme yang menimpa Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. Pada kasus Gubernur NTB, jumlah kicauan netizen memang tidak sebesar pada saat beredar video kampanye Ahok-Djarot.

Pada Jumat, 14 April 2017, jumlah kicauan netizen yang marah karena perilaku rasis pemuda bernama Steven mencapai 10.020 tweet. Sementara, pantauan pada hari Sabtu, 15 April 2017, kicauan dengan frasa rasis masih cukup tinggi. Hingga pukul 19:27 WIB mencapai 5.986 tweet.

Jumlah kicauan pada 15 April 2017 menunjukkan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan pada Selasa, 11 April 2017. Data ini sekaligus menunjukkan bahwa intensitas dan ketertarikan netizen pada kasus penghinaan terhadap Gubernur NTB lebih tinggi dibandingkan saat viralnya video kampanye Ahok-Djarot yang dianggap rasis.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*