FBR Minta Tunjangan Hari Raya, Netizen Nyatakan Menolak

FRB Minta THR, Netizen Menolak – sumber foto: Istimewa

Pekerja mengharapkan Tunjangan Hari Raya adalah kewajaran, namun yang tidak wajar jika bukan pekerja atau pihak yang memberi manfaat namun meminta diberi THR. Adalah Forum Betawi Rempug (FBR), sebuah organisasi kemasyarakatan berbasis warga Betawi yang beberapa hari ini menjadi pembicaraan publik. lantaran FBR menyebarkan surat edaran permintaan THR kepada perusahaan-perusahaan di wilayah Tangerang.

Surat edaran yang diajukan FBR Korwil Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang ini menyebut “Dengan datangnya selembar surat ini (Proposal) kami memohon kepada Bapak/Ibu pimpinan untuk memberikan kelebihan rejekinya kepada kami berupa THR, meskipun kami tidak bekerja atau menjadi karyawan Bapak/Ibu, tetapi kami juga merupakan sebagian dari orang yang berada di lingkungan Bapak/Ibu mendirikan dan menjalankan usaha di lingkungan kami.”

Banyak masyarakat yang menanggapi sinis permintaan FBR tersebut. Hal ini terutama karena FBR bukanlah aparat serta dianggap tidak layak menerima THR karena tidak memberi manfaat kepada perusahaan. Tak kalah banyak yang menganggap tindakan FBR tersebut sebagai premanisme.

Menanggapi penolakan publik, Ketua Umum FBR Lutfi Hakim mengaku tidak berkeberatan jika anggotanya membuat surat edaran tersebut serta menyebutnya sebagai tindakan yang tidak salah. Lutfi menambahkan permintaan uang THR kepada perusahaan yang disasar FBR disebutnya sebagai salah satu bentuk corporate social responsibility (CSR) yang wajib dilakukan pihak perusahaan kepada FBR.

Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan tindakan permintaan THR oleh ormas seperti FBR tidak diperbolehkan. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk melapor jika ada ormas yang meminta hal serupa secara paksa. Polisi mengaku akan menindak tegas.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia terhadap permintaan THR oleh FBR kepada perusahaan di Tangerang? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 8 – 10 Juli 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 21.266 membicarakan tentang Tunjangan Hari Raya (THR).

Sebanyak 2.317 tweet membicarakan soal permintaan THR oleh Front Betawi Rempug (FBR) kepada perusahaan-perusahaan di Tangerang. Netizen menyatakan penolakan atas hal tersebut. Netizen menegaskan ormas seperti FBR tidak pantas mendapatkan THR karena tidak memberi manfaat kepada perusahaan dan masyarakat. Hal ini disampaikan netizen lewat 570 tweet.

Lebih lanjut, netizen mendesak polisi untuk bertindak tegas terhadap ormas FBR yang meminta THR. Sebanyak 378 tweet menyatakan desakan akan hal ini.

***

Loading...

3 thoughts on “FBR Minta Tunjangan Hari Raya, Netizen Nyatakan Menolak

  1. Thor Loki

    proposal khan gk punya kekuatan hukum …warga dihalalkan melawan kok….n ormas ini kumpulan preman yang bisa bikin surat dan lawannya hanya FIGHT BALIK !!!!…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend