Foto- Foto Boikot Produk Sari Roti Terus Beredar, Netizen: Sari Roti Riwayatmu Kini

Produk Sari Roti

(Sumber foto: VOA Islam/Suaranews)

Seruan pemboikotan terhadap produk sari roti hingga kini terus berlanjut.  Beredarnya foto- foto di kalangan netizen yang dimungkinkan sebagai upaya boikot produk roti tersebut, menunjukkan pemandangan yang cukup ‘memilukan’, sekaligus merupakan fenomena aneh yang tak biasa terjadi di Indonesia.

Baca juga: Reaksi Netizen Saat Produsen Sari Roti Memberikan Klarifikasi Terkait Aksi 212

Sebuah foto diantaranya, meski telah “digratiskan” pun, produk Sari Roti tetap sepi peminat. Foto oleh seorang netizen dengan akun @Bg_MarOne, misalnya,  memperlihatkan rak yang berisi produk sari roti masih terlihat menumpuk. Meski pada rak tersebut dituliskan Gratis, namun tak ada masyarakat yang mengambil roti-roti tersebut. “Sari Roti GRATISAN ada yg mau?”, tanya netizen ini sembari mengunggah foto tersebut.

Tak hanya itu, Jaringan Ritel “SAKINAH” dan swalayan “PAMELLA” di Yogjakarta juga turut menghentikan penjualan Sari Roti, sebagai bagian dari Aksi Bela Islam. Berikut foto-fotonya, diambil dari akun @hidcom, dan netizen dengan akun @maspiyungan.

Foto, “Jaringan Ritel SAKINAH Stop jual Sari Roti, bagian dari Aksi Bela Islam”, diambil dari akun @hidcom.

Foto, “Jaringan Swalayan di Jogja “PAMELLA” Hentikan Penjualan Sari Roti”, diambil dari akun @maspiyungan.

Berikut pantauan redaksi eveline, mendapati ragam foto yang tengah beredar dengan disertai komentar para netizen terkait boikot produk Sari Roti di media sosial Twitter. “Efek Boikot Sari Roti, – Banyak Troli Menumpuk, – Harga Di-Obral – Plus Hadiah Menarik Yang Tetap Tak Bisa Menarik”. Kicau akun @Cobeh64. di mana nampak dalam foto yang diunggahnya itu, seorang pengendara sepeda motor melintas di depan lapak Sari Roti yang sengaja di gelar di pinggiran jalan, tetapi tak bisa menarik minat alias sepi pembeli.

Ada juga kicau akun @maspiyungan, menulis, “Sari Roti sekarang gak laku”. Dalam fotonya nampak produk Sari Roti yang menumpuk di rak-rak maupun di beberapa trolly yang disebutkan tak laku terjual hingga habis masa berlakunya (expired).

Selanjutnya, seorang netizen terlihat menyampaikan sindirannya terkait pendapat seorang analis yang menyebut ajakan boikot tak mengganggu penjualan, sebab pasar Sari Roti kalangan menengah ke atas. “Baru tau ROTI MENENGAH ATAS pemasarannya pake gerobak ke pelosok2, gue kira Francis Bakery di GI menengah atas ternyata sariroti?”.  Tulis netizen dengan akun @ZaraZettiraZR  serta foto gambar yang diunggahnya.

Soal saham Sari Roti yang disebutkan anjlok juga disinggung oleh netizen dengan akun @ujangsuni. “MARI KITA TUNTASKAN”.

Meski demikian, ada pula beberapa netizen melakukan pembelaan dengan melontarkan kicauan mengenai dampak boikot produk ini, terutama terhadap pedagang kecil keliling. Misalnya oleh netizen dengan akun @P154NGmas, lewat sebuah foto. “Kasian tukang roti ini mengaku jadi sepi dagangannya gara2 seruan boikot konyol Sari Roti, yang susah jg akhirnya umat muslim kyk bapak ini!”.

Hingga seorang netizen dengan akun @AnnaHally1, mencoba menggambarkan akhir dari boikot Sari Roti, di mana dampaknya, boleh jadi Sari Roti kelak hanya akan tinggal kenangan. “Sari Roti Riwayatmu kini..”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend