Gerindra: Dana Tax Amnesty Jangan Jadi Bancakan Bank Asing

Ribuan Netizen Tanda Tangani Petisi Tolak Tax Amnesty

Sejalan dengan pemberlakuan Undang-undang Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak. Bank Indonesia optimis dana repatriasi akan masuk ke Indonesia. Bank Indonesia (BI) memprediksi arus dana asing yang masuk lewat program repatriasi baru akan terasa di akhir tahun.

“Kalau kami masih menggunakan penghitungan BI, kami optimis khususnya dana repatriasi kami perkirakan akan masuk di akhir Desember,” kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung di Jakarta, Kamis (21/7/2016)

Berdasarkan kajian BI, dana asing yang akan masuk lewat program repatriasi sebanyak Rp560 triliun. Di samping itu, negara juga akan mendapat tambahan penerimaan sebesar Rp50 triliun dari tarif tebusan tax amnesty. Di sektor perbankan sendiri, Juda memprediksi dana repatriasi dapat menggenjot pertumbuhan penyaluran kredit sebanyak 2-4 persen.

Dikutip dari CNN Indonesia, Tercatat, dari Januari hingga Juni 2016, jumlah dana asing yang masuk ke Indonesia mencapai US$7,3 miliar. Jumlah ini lebih tinggi dari keseluruhan di 2015 yang mencapai US$5,1 miliar.

Sementara itu, politikus asal Partai Gerindra, Heri Gunawan berpendapat lain soal penggunaan bank asing dalam menampung dana repatriasi. Melalui akun twitter @HeriGunawan88, Heri meminta agar penggunaan dana tax amnesty tidak menjadi bancakan bank asing.

Sebagai anggota Komisi XI DPR RI, Heri juga mempertanyakan apakah bank milik Indonesia tidak mampu mengelola sehingga harus menunjuk bank asing. “Apa dasarnya penunjukan bank asing untuk tampung dana tax amanesty?. Jangan sampai dana itu dikoar-koarkan tapi tidak ada atau jadi bancakan. Apa bank-bank kita tidak mampu?” ujar Heri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend