Harga BBM Non Subsidi Turun, Netizen Harapkan Turunnya Harga Barang

Harga BBM

(Sumber foto: finance.detik.com / www.otokini.com )

PT Pertamina (Persero) kembali menurunkan harga BBM non subsidi mulai hari ini 15 Maret 2016. Harga bahan bakar khusus (BBK), jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Pertalite masing-masing turun sebesar Rp200 per liter. Penurunan ini dilakukan seiring dengan turunnya harga minyak mentah dunia.

Seperti diberitakan, harga minyak dunia turun sekitar 3% dipicu kekhawatiran bahwa pemulihan pasar dalam enam pekan telah melampaui fundamental, stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) terus produksi dan Iran mempertahankan ketidaksiapannya untuk bergabung dengan produsen utama dalam membekukan produksi.

“Semua data di luar sana yang menunjukkan pasokan lebih tinggi dan permintaan yang lebih rendah untuk minyak, dan yang hanya bisa berarti harga lebih rendah,” kata Phillip Streible, strategi pasar di RJO Futures di Chicago.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro dalam rilisnya mengatakan, Harga bahan bakar tersebut umumnya turun sebesar Rp200 per liter dari harga yang berlaku pada periode 1 Maret 2016 lalu.

Untuk bahan bakar umum jenis Pertalite turun Rp200 per liter, seperti di Jakarta Pertalite dijual di harga Rp7.5000 per liter, turun dari Rp7.700 per liter. Solar/Biosolar non subsidi mengalami penurunan lebih dalam yaitu Rp400 per liter di seluruh daerah.

Untuk Pertamax, di Jakarta yang semula Rp7.950 per liter turun menjadi Rp7.750 per liter. Penurunan harga juga terjadi pada produk diesel berkualitas tinggi, Pertamina Dex. Di Jakarta, Pertamina Dex mulai 15 Maret akan dijual dengan harga Rp8.600 per liter dari semula Rp8.800 per liter. Adapun, Pertamax Racing tidak mengalami perubahan.

“Penurunan ini ditetapkan dengan memperhatikan perkembangan harga minyak mentah dan produk dunia. Besaran penurunan harga sebesar Rp200 per liter berlaku sama untuk seluruh daerah dan untuk produk Pertamax/Bio Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina Dex yang berlaku terhitung mulai 15 Maret pukul 00.00,” kata Wianda.

Pantauan redaksi eveline periode 15 Maret 2016 pada media sosial twitter, mendapati sebanyak 1.186 tweet, netizen memperbincangkan mengenai turunnya harga BBM non subsidi. Puncak perbincangan terjadi pada 10.00 WIB sebanyak 253 tweet, hal itu sekaligus menunjukkan apresiasi kegembiraan netizen.

Berikut komentar netizen terpantau tim redaksi eveline di twitter. “Alangkah bangganya saya pada pemeruntah jk harga BBM bisa turun Dan diikuti dengan perintah untuk menurunin harga barang & transport heem”, dikicaukan akun @ramziasrial, nampak berharap agar pemerintah dapat menurunkan harga barang dan transportasi seiring dengan turunnya harga BBM. Hal senada juga dikicaukan seorang netizen dengan akun @OnyaAza, yang menulis, “Percuma BBM turun (sedikit) jk tidak dibarengi dengan turunnya harga – harga bahan kebutuhan pokok…”.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai harga BBM jenis premium yang tidak ikut diturunkan, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto mengatakan bakal melakukan penyesuaian harga jual Premium pada April mendatang.

Saat ini pihaknya sedang melihat tren harga minyak sebelum melakukan perhitungan kembali harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Dwi memproyeksi harga Premium bisa disesuaikan bulan April mendatang. “(Maret ini turun?) April,” singkat Dwi. “Penentuannya di akhir maret, kita lihat perkembangan tinggal beberapa hari yang akan datang,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Send this to friend