Tolak LGBT, Netizen Kampanyekan #DaruratLGBT

Darurat

Penolakan terhadap aktivitas LGBT terpantau makin ramai di media sosial. Ragam penolakan pun mulai bermunculan dari berbagai kalangan di Indonesia, beberapa diantaranya adalah Menristekdikti M Nasir, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan mantan Ketua MK Mahfud MD, serta Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Ruang-ruang persepsi publik dipenuhi cerita mengenai aktvitas LGBT, sontak menuai pro dan kontra. Perbincangan mengenai LGBT makin menguat diantaranya paska mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menawarkan jasa konseling untuk kaum LGBT, serta laporan atas dugaan pelecehan seksual terhadap sesama jenis oleh artis sekaligus presenter kondang Indra Bekti. (Baca: Indra Bekti Dilaporkan Ke Polisi Oleh Reza Pahlevi, Netizen Sebut LGBT).

Perbincangan Indonesia darurat LGBT membanjiri dunia maya pada linimasa twitter. sebut saja hastag #DaruratLGBT, adalah sinyal kuat bahwa masyarakat Indonesia menaruh perhatian serius mengenai LGBT, lalu sebagiannya menganggap bahwa akibat LGBT dapat berpengaruh buruk dengan menurunnya moral bangsa. Hingga berita ini diturunkan taggar #DaruratLGBT telah naik menjadi trending topic twitter.

Pantauan redaksi eveline pada periode 6 Februari 2016 di media sosial twitter, mendapati sebanyak 4.481 tweet perbincangan tentang Indonesia darurat LGBT. Puncak perbincangan terjadi pada pukul 07.00 malam dengan kicauan sebanyak 1.706 tweet. Perbincangan mengenai darurat LGBT ini menjangkau sebanyak 766.573 akun twitter.

Berikut kicauan paling nyaring disampaikan netizen #IndonesiaTanpaJIL melalui akun twitternya @TanpaJIL, yang terpantau tim redaksi eveline melalui taggar #DaruratLGBT. Nampak berindikasi kuat mewakili sebagian masyarakat yang menolak adanya aktivitas LGBT di Indonesia.

Berikut kicauannya, “3.LGBT  adalah penyakit yang lahir dari akumulasi dosa-dosa besar seperti maraknya narkoba, zina, & sebagainya”, “4.LGBT  adalah pemusnahan terhadap manusia. Sebab dengan LGBT keturunan akan terputus”. “24.Lindungi bangsa dan anak-anak kita dari bahaya LGBT. Berilah pemahaman agama yang memadai serta bahaya kan penyakitnya”, “25.Semoga kita semua terlindung dari penyakit ini”.

Sementara itu, meskipun penolakan terhadap eksistensi kaum LGBT makin menguat, namun tidak sedikit netizen yang tetap mendukung hak-hak kaum LGBT. Netizen bahkan makin lantang menyuarakan membela kesetaraan kaum LGBT.

Cuitan dari  pemilik akun @datuakrajoangek misalnya, “Urusan LGBT itu menunjukkan kalian empati apa engga sesama manusia. Emangnnya mereka bandit dan koruptor sehingga harus jijik?”. Serta pemilik akun, @unilubis bahkan mengkritik dengan keras penolakan dari Menristekdikti, M Nasir. “Dulu Pak Habibie menristek kita bs bikin pesawat. Ada sosrobahu utk jalan tol. Habis itu menristek ngapain yak? Yg ini ngurus LGBT…”

Menanggapi maraknya pro kontra tentang keberadaan LGBT, Ridwan Kamil (Kang Emil) dengan bijaksana urun rembug. Melalui akun twitternya @ridwankamil, mencuit : “Sy menghormati ranah pribadi ttg LGBT, tapi menolak jk ini aktif dikampanyekan di ranah publik apalagi ke bawah umur”. Meskipun demikian, kang Emil mengajak semua pihak untuk melakukan pendekatan dialog dibandingkan dengan upaya provokasi, “karena hetero adalah norma mayoritas umum. agar kondusif, yg harus dibangun adalah dialog bukan provokasi”. Demikian cuit kang Emil.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend