Jokowi Sebut Bisa Gerakkan Kopassus “Kalau” Darurat, Netizen: “Untuk Hadapi Aksi Damai Pak?”

gerakkan

(Sumber foto: Merdeka.com/Nasional – Kompas.com)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi prajurit Kopassus di Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Cijantung, Jakarta Timur. Usai menyampaikan arahannya, Jokowi sempat melihat kesiapan satuan Sandiyudha, Para Komando dan Gultor

“Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam keadaan emergency, dalam keadaan darurat, bisa saya gerakkan,” kata Jokowi di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2016). Seperti dikutip dari detik.com.

Jokowi mengatakan, pasukan tersebut bisa dia gerakkan jika dibutuhkan. “Ini adalah pasukan cadangan yang bisa saya gerakkan sebagai panglima tertinggi lewat Pangab, lewat Panglima TNI untuk keperluan khusus,” kata Jokowi.

“Lalu, apakah saat ini sedang ada situasi darurat?” tanya wartawan.

“Tidak ada. Ini Hari Pahlawan kok. Kan tadi saya bilang ada ‘kalau’,” kata Jokowi.

Namun di sisi lain, mendengar pernyataan Jokowi yang menyebut bisa menggerakkan pasukan Kopassus kalau Negara dalam keadaan darurat, langsung mendapat reaksi beragam dari masyarakat khususnya netizen pada linimasa Twitter. Sebagian netizen beranggapan pernyataan Jokowi tersebut dapat menimbulkan spekulasi miring.

Pantauan redaksi eveline, mendapati netizen berkomentar soal Jokowi sebut bisa gerakkan Kopassus kalau darurat. Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. Untuk hadapi aksi damai pak?”, dikicaukan akun @andridelft, nampak bertanya-tanya.

Selanjutnya beberapa netizen terlihat mencoba berspekulasi saat menyampaikan pendapatnya. “bukannya menenangkan suasana malah kesana sini kyk sedang panik dan bikin statement begitu. Takut sama ahok?”, dikicaukan akun @champbrb, yang menduga Jokowi “panik”.

Sedang seorang netizen lain dengan akun @4ndalusia15, menulis, “Ini kode, Jkw akn gunakan kuasanya memperalat baret merah utk menyerang rakyat yg jd ancaman kelanggengan kekuasaan “. Kicauan ini langsung ditanggapi netizen lain, “Negara kekuasaan atau Negara Hukum? Masak cuma gara2 satu org di Jakarta, seantero Nusantara hrs tanggung akibatnya?”, tulis akun @Angkasa_Pertiwi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend