Kasus Ibu Bawa Jenazah Bayi Naik Angkot, Netizen: Tarif Ambulan Tinggi

Kasus Ibu Bawa Jenazah Bayi Naik Angkot, Netizen: Tarif Ambulan Tinggi

Foto: Istimewa

empat terlantung-lantung bersama jenazah bayinya di angkutan umum, Delvasari yang kisahnya menjadi viral di media sosial bisa kembali ke kampung halamannya menggunakan jasa ambulans gratis. Salah seorang warganet menghubungi ambulans gratis untuk mengantarkan Delvasari dan jenazah bayinya ke Lampung Utara.

Jefri, supir ambulans gratis yang disediakan Pemkot Bandar Lampung membenarkan dia mengantar Delvasari dan jenazah bayinya itu ke Desa Labuhan Dalam, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara pada Rabu 20 September 2017, sore.

Menurut Jefri, call center ambulans gratis yang ada di Tugu Adipura mendapat telefon bahwa ada seorang ibu membutuhkan ambulans karena sedang membawa jenazah bayi. Jefri pun menjemput Delvasari di Bundaran Tugu Radin Intan, tak jauh dari Terminal Rajabasa.

“Sampai di sana (Bundaran Tugu Radin Intan), saya langsung memindahkan ibu itu dan jenazah bayinya ke dalam ambulans dan meluncur ke rumah duka,” terang Jefri, Kamis (21/9/2017).

Sementara Aang, adik sepupu Delvasari membenarkan kakaknya itu sempat naik angkutan umum sambil membawa jenazah bayi berusia satu bulan 10 hari. Hal itu dilakukan sebelum dijemput ambulans gratis seperti dilansir dari Okezone.com.

Kabar kasus ini pun ramai menjadi perbincangan publik tanah air melalui media sosial. Tak terkecuali pengguna Facebook Indonesia yang menyatakan  prihatin dengan tingginya tarif layanan ambulan. “Ambulans di rumah sakit taripnya lumayan tinggi, kasian yg lg kesusahan….. Ga mampu sewa, Bagaimana bu Menteri?…….. BPJS pun ga mau tanggung……” ujar pengguna Facebook bernama Hadi Sukamto.

Hal ini dibenarkan oleh pengguna Facebook lainnya yang mengungkapkan bahwa tarif layanan ambulan memang mahal.

“Ya mamang memilukan hati, saya jadi ingat waktu bpk saya meninggal di rumah sakit , waktu ingin membawa jenazah bpk saya , saya di mintai uang 1,4 juta.. Alasan nya perjalannan nya jauh.. Sudah saya tawar ternyata pihak rumahsakit ga bergeming tetap minta 1,4 juta.. Ya mau ga mau saya bayar untuk membawa jenazah bpk saya.. Padahal itu rumah sakit umum bukan swasta” Tutur Indra Ahmad mengomentari kasus ini.

Delvasari sempat bercerita kepadanya, bahwa dia bingung untuk membawa jenazah Berlin. Alasannya karena tidak mampu dan biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan.

“BPJS tidak menanggung biaya ambulans, kami keluarga tidak mampu jadi tidak bisa menyewa ambulans,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend