Kematian Saksi Kunci E-KTP, Prof Romli: Saksi Terlalu Diumbar KPK

Menduga Akan Mendapat Serangan Balik dari Pihak Lawan, KPK Didukung Netizen

Foto: Ilustrasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari kepastian terkait meninggalnya saksi kunci kasus korupsi e-KTP, Johannes Marliem. Ketua KPK Agus Rahardjo memang membenarkan kabar meninggalnya Johannes. Agus mengaku sudah mendapat kabar tersebut, Kamis (10/8) kemarin. “Kita juga sedang cari kepastian,” katanya.

Seperti diketahui, saksi kunci kasus korupsi e-KTP, Johannes Marliem, tewas di kediamannya di Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS). Marliem diduga menembak dirinya sendiri.

Dilansir CBS Los Angeles, Jumat (11/8), peristiwa itu awalnya dari laporan telepon ke FBI yang kemungkinan diteruskan LAPD (Los Angeles Police Department) pada Rabu (9/8) malam. Para petugas yang tiba di lokasi menduga ada seorang anak kecil dan seorang wanita di dalam rumah bersama seorang pria.

Para petugas pun melakukan negosiasi. Pada akhirnya, wanita dan anak kecil itu dibawa keluar oleh laki-laki itu sekitar pukul 07.30 malam. Sementara, laki-laki itu ditemukan tewas di dalam rumah sekitar 02.00, Kamis (10/8) dini hari. Namun belum diketahui pasti apa penyebab laki-laki itu tewas, diduga kemungkinan besar dia menembak dirinya sendiri.

Dari penelusuran, laki-laki itu diduga adalah Johannes Marliem. Kabar tersebut mengonfirmasi postingan di Instagram dari dengan akun mir_at_lgc. Dia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Marliem.

Marliem disebut sebagai saksi kasus megakorupsi e-KTP karena ia mengantongi bukti pembicaraan para perancang proyek e-KTPl selama empat tahun. Ia meyakini, rekaman pembicaraan itu dapat menjadi bukti untuk menelisik korupsi yang merugikan negara Rp2,3 triliun.

Kabar kematian saksi kunci kasus korupsi e-KTP tentu saja membuat heboh netizen tanah air. Bahkan nama Johannes Marliem sempat menjadi bagian dari papan trending topik Indonesia pada Jumat (11/8) sore.

Pendapat berbeda disampaikan oleh ahli hukum Prof Romli Atmasasmita. Prof Romli justru menyoroti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tidak merahasiakan status Johannes Marliem sebagai saksi.

Johannes merupakan Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat. Perusahaan ini bergerak sebagai penyedia layanan teknologi biometrik. Johannes juga disebut sebagai pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) ke konsorsium penggarap proyek e-KTP. Dari tangan Johannes, KPK banyak mendapatkan bukti dan rekaman aliran uang proyek e-KTP ke anggota DPR dan pejabat Kemendagri.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend