Kembali Tebar Teror, Netizen Dukung Polri Tangkap Kelompok Santoso Tahun Ini

Kelompok teroris pimpinan Santoso, diduga telah membunuh sejumlah warga sejak 13 – 15 September 2015. Sebelumnya, tiga warga diduga dibunuh kelompok Santoso, sebagai aksi balas dendam pasca baku tembak pada 16, 17, 18 dan 19 Agustus lalu antara Polri dan teroris paling dicari di Indonesia saat ini.

Peristiwa pertama terjadi di Dusun Baturiti, Desa Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (13/9). Dengan memenggal leher korbannya, yaitu I Nyoman Astika (70). Peristiwa kedua terjadi, Senin (14/9) pukul 10.00 WITA di Desa Torue, Parigi Moutong, Hengky (50) warga setempat tewas dibunuh. Pada Selasa (15/9) sore ditemukan satu mayat lagi dengan kondisi badan utuh oleh Tim gabungan Polres Parigi Moutong dan Brimob Polda Sulteng.

Bagaimana tanggapan pubik, khususnya netizen Indonesia atas peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Kelompok Santoso? Simak pantauan redaksi eveline berikut;

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 21 – 22 September 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 4.448 tweet yang membicarakan tentang tentang kelompok Santoso.

Sementara itu, sebanyak 1.554 tweet di kicaukan netizen Indonesia, menyatakan dugaannya terhadap kelompok Santoso yang memenggal 3 petani di Poso, Sulawesi Tengah. Sejauh apa kelompok ini beraksi dan apa latar belakang aksinya. Berikut redaksi eveline menyajikan singkat profil Kelompok Santoso.

Sudah lebih dari satu dasawarsa, petaka Bom Bali 2002.  Peristiwa tersebut bagi para teroris dijadikan momentum penanaman bibit aksi ‘jihad’. Para ektrimis yang berhasil dipenjarakan justru semakin menggeliat di dalam penjara. Mereka membangun aliansi-aliansi baru melalui berbagai cara; berbaur dengan penjahat di penjara, kunjungan keluarga atau kolega mereka menjadi celah mereka untuk berinteraksi. Bahkan melakukan program pelatihan militer. Penjara menjadi media yang strategis untuk menghimpun rencana aksi.

Nah, dengan bekal inilah kita akan menelusuri perjalanan ekstrimis Poso. Kenapa Poso ? Karena Poso pernah luka, akibat konflik antara masyarakt Islam dengan Kristen sejak Desember 1998. Meskipun begitu sejak tahun 2000 banyak ustad dan militer dikirimkan ke Poso kebanyakan dari mereka pernah berlatih di Mindanao.

Akhirnya JI (Jamaah Islamiyah) melihat Poso wilayah yang strategis untuk “berjihad”. Pasca Bom Bali, Poso menjadi sarang JI yang paling aktif. Di akhir 2009 JAT mengdakan diskusi (Jamaah Anshorut Tauhid) awal untuk membentuk cabang baru. mereka mengundang tiga orang sebagai pemimpin yakni Yasin, Latif dan Santoso. Yasin dan latif keduanya ustad, sedangkan Santoso fokus pada militer. Santoso alias Abu Wardah alias San alias Pak De adalah pempimpin teroris Poso.

Dari hasil pantauan Redaksi Eveline para netizen juga menyebut bahwa Kelompok Santoso adalah pelaku teror di Poso dengan cuitan sebanyak 707 tweet. Netizen juga mendukung pernyataan Kapolri Jenderal Pol Haiti sebanyak 527 tweet, yang menyatakan akan terus mengejar kelompok teroris pimpinan Santoso di Poso, dengan menargetkan semua akan tertangkap dan selesai sebelum akhir tahun ini.

****

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend