Kicauan Puasa dan Sahur Meningkat Drastis di Linimasa Twitter

Kicauan Puasa dan Sahur Meningkat Drastis di Linimasa Twitter

Foto: Istimewa

Menjelang Ramadhan 1438 H, Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan taushyiah (imbauan) agar umat Islam senantiasa menjaga kekhusyukan dan kekhidamatan ibadah puasa Ramadhan.

Berkaitan dengan hal tersebut MUI mengimbau aparat penegak hukum menindak tegas pelanggaran hukum yang dapat mengganggu kekhusyu’an umat menjalankan ibadah puasa. Dan juga mengimbau umat tidak melakukan sweeping dan berbagai aktifiotas lainnya yang berpotensi menimbulkan konflik dan pelanggaran hukum.

Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan memantau siaran Ramadan di televisi selama bulan puasa sebagai bentuk tanggung jawab ulama dalam mengawal dan menjaga akhlak bangsa.

“MUI sebagaimana tahun-tahun sebelumnya tetap melakukan pemantauan terhadap berbagai siaran media massa,” kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan di Jakarta, Jumat (26/5).

Dia mengatakan masyarakat dapat menyampaikan aduan terkait siaran televisi lewat saluran surat elektronik di alamat aduan@mui.or.id dan mui.pusat51@gmail.com jika menemukan siaran yang tidak mendidik.

Sementara masyarakat Indonesia sendiri sangat antusias menghadapi datangnya bulan Ramadhan. Melalui perangkat evello intelligent tagging system, redaksi eveline menemukan netizen ramai berkicau datangnya bulan puasa. Tidak hanya itu, netizen juga ramai membicarakan sahur pada hari pertama.

Berbeda dengan kicauan tentang puasa yang cenderung turun pada Jumat (26/5), kicauan netizen tentang sahur justru menunjukkan tren meningkat. Tanggal 25-26 Mei 2017 peningkatan kicauan publik tentang puasa dan sahur mencapai puncaknya.

Menjelang pelaksanaan ibadah suci bulan ramadhan, beberapa pemerintah daerah menerapkan aturan pelarangan hiburan malam. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyebarkan surat edaran No /0275-Kesos Tentang Kegiatan Selama Ramadhan 1438 H/2017 M yang isinya diantaranya mengatur penutupan tempat hiburan malam selama Ramadhan.

Tidak jauh berbeda, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memerintahkan seluruh pengusaha tempat hiburan malam (THM) untuk menghentikan operasional mereka selama bulan suci Ramadan. Mereka wajib menghentikan operasional sejak H-3 hingga H+3 Ramadan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend