Lawan Abu Sayyaf 18 Tentara Filipina Tewas, Netizen Minta TNI Bantu

Abu Sayyaf

(Sumber foto: international.sindonews.com / batamnews.co.id)

Militer Filipina terlibat pertempuran sengit sekitar 10 jam, dengan sekitar 120 militan Abu Sayyaf di Basilan, selatan Filipina pada Minggu, 10 April 2016. Sedikitnya ada 23 orang tewas dalam peristiwa itu, di mana 18 tentara Filipina tewas dan 56 tentara lainnya terluka. Sedangkan dari kubu Abu Sayyaf, lima militan tewas.

Pertempuran kemarin, merupakan yang terbesar sepanjang tahun 2016 dengan jumlah korban dari pihak militer Filipina yang cukup besar. Militer Filipina meluncurkan operasi setelah maraknya penculikan warga asing, termasuk 10 warga negara Indonesia (WNI) sejak Maret 2016.

”Pasukan maju, di depan kita dilanda ranjau darat. Lalu tiba-tiba, tembakan di seluruh tempat,” kata Sersan Erico Paglinawan, memberikan kesaksian di ranjang rumah sakit kepada media Filipina, Inquirer, Minggu (10/4/2016).

Sementara itu, keterangan dari Mayor Filemon Tan menyebutkan militer Filipina menyerbu markas pemberontak Abu Sayyaf yang dipimpin oleh Isnilon Hapilon, seorang buronan internasional dengan hadiah USD5 juta dolar.

“Saya dapat mengonfirmasi 18 prajurit terbunuh dan 53 luka-luka,” kata Filemon sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (10/4/2016). Dia menambahkan lima orang militan, termasuk seorang warga Maroko, Mohammad Khattab dan Ubaida putra dari Isnilon tewas dalam pertempuran tersebut.

Abu Sayyaf yang telah menyatakan kesetiaannya kepada kelompok militan ISIS di Irak dan Suriah telah melakukan penculikan dan penyanderaan beberapa orang warga negara asing dalam beberapa tahun terakhir, termasuk 10 orang warga negara Indonesia (WNI) yang sampai saat ini masih ditahan.

Pada Jumat, 8 April 2016, Abu Sayyaf melepaskan seorang warga negara Italia yang telah ditahan selama enam bulan di Pulau Jolo. Mereka juga mengancam akan mengeksekusi dua warga Kanada dan seorang warga Norwegia yang tuntutan tebusannya terlambat dipenuhi. Pemerintah Filipina telah meningkatkan upaya mereka untuk menumpas kelompok ini sejak November tahun lalu, namun kelompok Abu Sayyaf masih tetap aktif dan terus melakukan penculikan warga asing.

Belum ada pernyataan resmi dari kelompok Abu Sayyaf yang dikenal dengan tindak kriminal seperti pemerasan, penculikan, penyanderaan, pemenggalan, dan pengebomannya tersebut. Meski tergolong kecil, kelompok pemberontak itu dikenal paling brutal di Filipina.

Pantauan redaksi eveline periode 10 April 2016 pada media sosial twitter, mendapati netizen berkicau mengenai pertempuran militer Filipina dengan Abu Sayyaf yang menewaskan sedikitnya 23 orang. Tercatat sebanyak 11.863 tweet oleh netizen. Dengan puncak perbincangan yang terjadi pada 11.00 WIB kemarin pagi sebanyak 3.231 tweet.

Berikut ragam komentar netizen yang terpantau tim redaksi eveline di linimasa twitter. “Setelah 18 personil militernya jd korban baku tembak vs geng Abu Sayyaf, pemerintah Filipina msh nolak bantuan dari luar ya?! Uhm.. gengsi?!”, dikicaukan akun @AldoWeynhard, nampak menyebut gengsi pemerintah Filipina mengakibatkan kerugian besar di pihak militernya. Sedang seorang netizen lain, diketahui dengan akun @Dukun_TL, menyebutkan, “Serahin Denjaka aja..”. Nampak mendorong dan memberi dukungan militer Filipina oleh pasukan TNI.

Sementara itu, akun @BbiRadio, nampak meminta agar keselamatan WNI dijamin usai pertempuran itu. “Kapolri Jenderal Badrodin Haiti meminta pemerintah Filipina menjamin keamanan 10 WNI yang disandera kelompok separatis Abu Sayyaf. #MOBIL”.

Lebih lanjut, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Hernando Iriberri dan Menteri Pertahanan Filipina, Voltaire Gazmin, bergegas menjenguk puluhan tentara yang terluka pada hari ini. Enam dari 56 tentara yang terluka berada dalam kondisi kritis.

”Kami berduka. Seluruh Angkatan Bersenjata berkabung atas kematian pahlawan kami,” kata Iriberri. “Meskipun perlawanan musuh berat, pasukan kami berjuang dengan gagah. Kami salut pada pasukan kami saat mereka menampilkan tradisi terbaik dari serdadu dan berani melawan bandit dengan penuh keberanian,” lanjut dia.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend