Mahfud MD: Hanya Polisi Yang Berhak Bubarkan Pertemuan

GP Ansor Copot Paksa Baliho Aksi Bela Ulama dan Bubarkan Kajian Sunnah Ust. Khalid Basalamah

Foto: Ilustrasi

Melihat aksi pembubaran pengajian Ustadz Khalid Basalamah pada Sabtu (4/3), di masjid Sholahuddin Gedangan – Sidoarjo, netizen banyak bertanya pendapat pakar hukum Prof Mahfud MD. Netizen diketahui kerap bertanya banyak hal kepada Mahfud karena dianggap berpandangan sangat obyektif.

Menanggapi banyaknya pertanyaan netizen, Prof Mahfud MD pun angkat suara. Melalui akun twitternya, pria berkacamata itu bependapat bahwa hanya kepolisian yang berhak melakukan pembubaran sebuah pertemuan.

Kicauan tersebut menuai banyak tanggapan netizen. Meskipun pro-kontra berlangsung, sebagian netizen sepakat bahwa pembubaran sebaiknya tidak dilakukan.

Seorang netizen bernama @HengkiRoro berkicau tidak dapat membayangkan kalau yang melakukan aksi pembubaran adalah ormas FPI.

“@mohmahfudmd klo fpi bubarin penyakit masyarakat,lokalisasi pelacuran,tempat2 maksiat,pesta LGBT, nah kalo ini bubarin dakwah aja bangga”. 

Seperti diketahui sebelumnya, Dr. Khalid Basalamah sempat berceramah selama kurang lebih 25 menit membahas tentang pernikahan dan masalah rumah tangga Islami. Sebelumnya, kajian itu direncanakan di Masjid al-Maghfirah, Jl Rungkut Asri, Surabaya. Namun batal dilaksanakan, sehingga dipindah ke Sidoarjo yang juga kemudian ditolak sekelompok orang.

Melihat suasana yang tidak kondusif, Dr.Khalid Basalamah memilih meninggalkan lokasi dengan kawalan petugas kepolisian.

Namun, Ketua GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin membantah pihaknya menghentikan pengajian. Namun pihaknya hanya melarang Khalid Basalamah menjadi pembicara, karena selalu menghina ajaran NU, tanpa klarifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend