Meninggalnya Bidan Anik Bersama Bayi Dalam Kandungannya, Netizen Nyatakan Duka Cita

Dunia tenaga medis Indonesia kembali dirundung duka cita. Kabar duka yang mendalam ini berasal dari seorang bidan bernama lengkap Anik Setya Indah berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Bidan Anik dikabarkan meninggal dunia usai bertugas menolong beberapa pasien di pedalaman Pontianak, provinsi Kalimantan Barat.

Saat peristiwa terjadi bidan Anik sedang hamil 8 bulan, seyogyanya akan mengambil cuti pada awal Desember untuk melahirkan bayinya. Namun panggilan jiwanya yang luhur sebagai seorang tenaga medis mendorongnya untuk lebih mengutamakan kepentingan orang lain, atau pasiennya yang membutuhkan pertolongan medis darinya, melebihi dirinya sendiri dan bayi yang sedang di kandungnya.

Pemantauan yang dilakukan Redaksi Eveline pada media sosial, khususnya Twitter, mendapati 3.992  tweet perbincangan tentang meninggalnya tenaga medis bidan Anik. Pemantauan ini dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System pada periode 26-27 November 2015. Netizen menyebutkan sebanyak 905 tweet mengenai bidan Anik meninggal bersama bayi dalam kandungan di pedalaman. Sedang kicauan Netizen lain membicarakan tentang bidan Anik selamatkan pasiennya saat tengah hamil tua sebanyak 455 tweet.

Berikut penjelasan singkat mengenai peristiwa meninggalnya bidan Anik yang beredar pada laman Facebook Erta Priadi Wirawijaya seorang kardiolog di Rumah Sakit Karisma, Cimareme, Kota Cimahi, Jawa Barat:

“INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJIUUN,

satu lagi pahlawan kesehatan meninggal dunia dalam tugasnya di pedalaman kalimantan, BIDAN ANIK SETYA INDAH..

Bidan anik sedang hamil 8 bulan, rencana cuti awal desember untuk melahirkan. Hari kamis kemarin ada panggilan persalinan kerumah pasien dua sekaligus, daerah menuju lokasi pasien jauh dan medan sulit. Sempat dilarang sama suami karena kondisi juga lagi hamil besar, tapi Indah menolak dan tetap saja berangkat. Akhirnya seharian berhasil melahirkan dua pasien dg selamat.

Setibanya dirumah INDAH sakit perut yang amat sangat, oleh suami mau dibawa ke RS Pontianak tapi jarak membutuhkan waktu 4 jam, akhirnya terpaksa masuk ke RS kabupaten yang ada. Setelah di USG ternyata bayi dalam kandungan tak tertolong. INDAH sempat bilang ke suami, tidak apa-apa belum rejeki kita punya anak. Beberapa menit kemudian terjadi kontraksi perut yang amat sangat dan INDAH meminta untuk dilakukan operasi seksio caesaria. Akhirnya dilakukan operasi, tapi ternyata ditemukan placenta sudah lepas (solutio plasenta), akibatnya terjadi perdarahan hebat sampai shock. Teman suami sudah di datangkan semua untuk menyumbangkan darah karena persediaan darahnya kosong, tapi naas, bag. darah tidak tersedia akhirnya mencari di PMI lain yang jaraknya jauh.

Belum sempat darah datang, INDAH semakin jelek kondisinya sampai akhirnya dilakukan resusitasi jantung namun nyawa INDAH tidak tertolong lagi dan meninggal dunia jumat kemarin. Semoga amal ibadah BIDAN INDAH diterima, khusnul khotimah, aamiin… doa teman-teman buat teman kita.. Bidan ANIK SETYA INDAH asli semarang”.

Netizen Indonesia juga mengucapkan turut berduka cita dan selamat jalan untuk bidan Anik dengan mengalirkan sebanyak 201 tweet pada jejaring sosial Twitter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend