Mimpi Venesia di Teras Cikapundung

Teras Cikapundung

Ridwan Kamil resmikan teras Cikapundung, mendampingi Direkrur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mudjiadi. Peresmian restorasi sungai Cikapundung II (Teras Cikapundung), Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (30/1). Dalam kesempatan itu turut hadir mantan Menteri PU Djoko Kirmanto dan sejumlah mantan Dirjen SDA.

Ridwan Kamil mengatakan tak hanya teras Cikapundung, namun ada dua lagi yang akan dibangun, yaitu di daerah lingkar selatan dan di daerah pemukiman Cidurian.

“Ada dua lagi yang akan dibangun, satu di daerah lingkar selatan, satu di daerah pemukiman di daerah Cidurian, tapi intinya semua yang bermuara di Citarum kita akan perbaiki, sekaligus tahun ini kan tahun kebersihan sungai. Mudah-mudahan tidak ada sumbangan sampah lagi ke Citarum,” katanya.

Menurut Ridwan terkait perawatan dan operasional akan dilakukan oleh BBWS. Kalau perawatan ada opersional dari BBWS tapi secara SDM diserahkan kepada masyarakat mulai dari urusan sungainya, tamannya, dan parkirnya.

Pantauan redaksi Eveline pada periode 30 Januari 2016 di media sosial twitter mendapati sebanyak 2.210 tweet perbincangan mengenai Ridwan Kamil Resmikan Teras Cikapundung. Sedang puncak perbincangan terjadi pada pukul 17.00 WIB sebanyak 1.322 tweet. Perbincangan mengenai Ridwan Kamil Resmikan Teras Cikapundung, telah menjangkau sebanyak 9.370.910 akun twitter.

Berikut komentar yang terpantau tim redaksi eveline dikicaukan pada linimasa twitter. Salah satunya adalah tweet yang dituliskan oleh mantan Menteri PU Djoko Kirmanto. Yang mencoba mengajak segenap masyarakat untuk berpartisipasi dari mulai pembangunan Teras Cikapundung hingga pemeliharaannya nanti.

“Teras Cikapundung Bandung bisa menjadi salah satu model revitalisasi sungai2 di Indonesia yg melewati kota. Tanpa partisipasi masyarakat teras Cikapundung mustahil menjadi kenyataan. Membangun Teras Cikapundung adalah pekerjaan yg berat. Tapi harus diingat yg lebih berat lagi adalah pemeliharaannya”.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Ditjen SDA Kementerian PUPR Yudha Mediawan juga menjelaskan, program Restorasi Sungai Cikapundung adalah program yang bertujuan untuk menjaga kualitas air, pengendalian banjir, bagaimana menata bantaran sungai dan meningkatkan fungsi bantaran sungai yang memiliki fungsi sosial sebagai sarana untuk interaksi antar masyarakat.

“Selain itu, juga bagaimana mengubah landscape yang semula kawasan kurang terawat, menjadi kawasan pariwisata yang indah,” tutur Yudha.

Selanjutnya Yudha mengatakan bahwa pemeliharan tercik maupun kegiatan restorasi Sungai Cikapundung akan melibatkan Komunitas Cikapundung yang terdiri dari 52 kelompok kerja dengan pelaksanaan yang didukung oleh BBWS Citarum. Pembangunan Tercik dilaksanakan pada tahun 2013 dan 2015 dengan menghabiskan anggaran 18 miliar untuk konstruksinya yang bersumber dari APBN melalui BBWS Citarum. Dengan desain hasil masukan dari Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil usai meninjau lokasi bersama rombongan, sempat mengutarakan impian, dan harapannya jika suatu saat nanti tempat tersebut bisa menjadi wisata perahu seperti di Venesia. “Nanti kalau airnya sudah bersih, sudah stabil, perahunya kayak di Venesia,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend