Netizen Indonesia Ramai Bicarakan Taksi Uber

Taksi Uber beroperasi ilegal di Jakarta & Bandung – sumber foto: Istimewa

Taksi Uber kembali membuat ulah. Setelah sebelumnya dilarang beroperasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, kini taksi berbasis layanan mobile asal Amerika Serikat itu merambah ke kota kembang Bandung. Taksi Uber disebut tidak memiliki izin operasional berdasarkan Undang-Undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya. Selain itu, Taksi Uber tidak memiliki kantor manajemen yang jelas di mana, belum lagi sistem keamanan, pembayaran, harga dan lain sebagainya menjadi dasar penolakan Pemprov DKI.

Meski sudah dilarang, Taksi Uber masih nekad beroperasi di ibu kota. Dengan menyewa mobil pribadi, Taksi Uber mencari penumpang. Karena kenekadan ini, Organisasi angkutan darat (Organda) DKI dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menjebak Taksi Uber dan berhasil menggiring 5 armada ke Polda Metro Jaya pada Jumat 19 Juni 2015 kemarin.

Hal serupa juga rencananya akan dilakukan oleh Organda kota Bandung. Hal ini karena Taksi Uber disebut beroperasi secara ilegal dan merugikan bisnis perusahaan taksi resmi. Walikota Bandung, Ridwan Kamil pun menyebut Taksi Uber tidak berizin dan meminta manajemennya untuk menjelaskan hal ini kepadanya. Namun, di saat bersamaan, Ridwan menyebut bahwa perusahaan taksi resmi juga harus membehani diri dengan meningkatkan kualitas pelayanan sehingga tidak khawatir tersaingi layanan taksi ilegal seperti Taksi Uber.

Taksi Uber sendiri tidak hanya beroperasi di Indonesia, namun di hampir 58 negara dan 300-an kota besar. Didirikan pada tahun 2009 oleh Travis Kalanick dan Garrett Camp di San Francisco, dan sejak 2014 melakukan ekspansi internasional. Faktor utama yang menjadi andalan Taksi Uber adalah penggunaan sistem pembayaran via kartu kredit sehingga pengguna tidak perlu repot dengan uang tunai.

Namun, bisnis Taksi Uber bukan tanpa masalah. Di berbagai negara, keberadaan Taksi Uber ditolak organisasi taksi setempat. Spanyol, Prancis dan Thailand adalah beberapa negara yang resmi melarang operasional Taksi Uber. Yang terbaru adalah India yang juga melarang Taksi Uber setelah kasus perkosaan seorang penumpang perempuan oleh sopir Taksi Uber.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas operasional ilegal Taksi Uber di Jakarta dan Bandung? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 17 – 19 Juni 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat total 14.722 tweet membicarakan Taksi Uber. Sebanyak 1.790 tweet menyebut bahwa keberadaan Taksi Uber ditolak di Jakarta. Mayoritas netizen menyampaikan kekhawatiran atas keberadaan taksi yang tidak jelas izin dan keamanannya seperti Taksi Uber.

Netizen juga menyoroti masuknya Taksi Uber di kota Bandung. Sebanyak 1.221 tweet menyatakan kekhawatiran yang sama dengan beroperasi Taksi Uber di Bandung. Netizen juga meminta pemerintah bertindak tegas mengenai hal ini. Netizen menyatakan dukungan kepada Organda untuk melaporkan Taksi Uber ke polisi. Sebanyak 1.161 tweet menyatakan dukungan ini.

Sementara itu, terkait dengan ditahannya 5 armada Taksi Uber oleh Polda Metro Jaya netizen membicarakannya sebanyak 1.191 tweet. rata-rata netizen mendukung penahanan ini dan meminta pihak Taksi Uber bertanggungjawab dengan mengurus izin serta memastikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi konsumennya.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend