Netizen Indonesia Sindir Peraih Nobel #ShameOnYouSuuKyi

Terkait Pembantaian Muslim Rohingya, #UsirDubesMyanmar Dikicaukan Netizen Indonesia

Foto: Istimewa

Kemanusiaan menjadi tidak sensitif terhadap kekerasan yang sedang berlangsung terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Asia Tenggara, Myanmar. Hal ini diungkapkan  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat, (1/9).

“Ratusan Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar terbunuh, desa mereka dibakar, dan 20 ribu orang yang terusir telah menyeberang ke Bangladesh, meninggalkan rumah mereka. Semua ini terjadi di depan mata manusia, tapi sayangnya manusia tidak peka terhadapnya,” katanya seperti dilansir Daily News.

Dia mengatakan, dunia Muslim sangat sedih merayakan Idul Adha di tengah kekerasan di Myanmar, konflik di Suriah dan Irak, dan perang melawan terorisme di Turki. Idul Adha, ujar Erdogan, yang dikenal sebagai hari raya pengorbanan, mengakui penyerahan Ibrahim kepada Tuhan dalam kesediaannya untuk mengorbankan anaknya.

“Sebagai anggota Organisasi Kerjasama Islam, saya mengadakan pembicaraan yang diperlukan dengan para pemimpin negara-negara Islam dan Sekretaris Jenderal PBB (Antonio) Guterres tentang krisis Rohingya.”

Sementara, Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta kepada Penasehat Pemerintah Myanmar, Aung San Suu Kyi, segera bertindak mengatasi krisis Rohingnya. “Rohingnya ini masalah yang sangat serius, kita berharap sebagai sahabat Myanmar, Myanmar sungguh serius untuk mengelola permasalahan ini,”

Seruan tersebut disampaikan SBY usai menjadi pembicara kunci Seminar Demokrasi di Asia Tenggara: Capaian, Tantangan dan Prospek di Kuala Lumpur, Sabtu (2/9), yang diselenggarakan oleh Komisi Nasional HAM Malaysia (SUHAKAM)

Kalau salah pengelolaan, ujar dia, katakanlah dibiarkan pembunuhan yang secara sistematis sedang terjadi seperti sekarang ini dengan apapun alasanya bisa menjurus ke pelanggaran HAM berat, “etnis cleansing” atau “genoside“.

“Dan itu berat sekali karena kita tunduk pada HAM, tidak tunduk pada piagam ASEAN, padahal semua anggota harus menghormati demokrasi, HAM dan ‘rule of law‘ sehingga tidak bisa lepas dari itu semua,” katanya.

Netizen Indonesia tidak tinggal diam. Melalui tagar #ShameOnYouSuuKyi netizen Indonesia menyindir dan mengkritik peraih nobel perdamaian, Aung San Suu Kyi yang turut membiarkan kejadian pembantaian terhadap suku Rohingya.

Pada saat berita ini dimuat, tagar #ShameOnYouSuuKyi berada pada puncak papan trending topik Indonesia.

Netizen juga terlihat emosional dan menyebut Suu Kyi bukan penerima nobel perdamaian, melainkan teroris sesungguhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend