Netizen Protes Bayi Debora Meninggal Karena Telat Penanganan

Netizen Protes Bayi Debora Meninggal Karena Telat Penanganan

Sumber foto: detik / tribun

Bayi Tiara Debora Simanjorang (4 bulan) menghembuskan nafas terakhir di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat. Komisioner Ombudsman RI Dadan Suparjo Suharmawijaya mengkritik RS swasta yang terlalu mengutamakan aspek komersil.

RS swasta memang bukan berada di bawah pengawasan langsung dari Ombudsman. Tapi bisa saja Ombudsman melakukan pengawasan jika ada aduan sesuai prosedur. Terlepas dari prosedur pengawasan, Dadan menekankan pentingnya pekerja medis untuk mengutamakan aspek kegawatdaruratan. Administrasi semestinya bisa diurus belakangan jika ada kasus yang perlu penanganan cepat.

“Kalau di dunia kesehatan nggak bisa itu nggak ditolong. Di mana-mana mestinya dokter itu tahu apakah kondisinya memang gawat darurat,” ujar Dadan. Pasien yang datang dengan kondisi gawat darurat harus langsung ditangani. Perkara apakah RS tersebut bekerjasama dengan BPJS Kesehatan adalah hal lain.

Sementara, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan publik dapat memberikan sanksi sosial terhadap rumah sakit yang tidak manusiawi dalam menangani pasien. Yakni dengan cara tidak berobat lagi di rumah sakit tersebut.

“Mari beri sanksi sosial terhadap RS yang tidak manusiawi. Paling tepat adalah jangan berobat ke RS yang tidak manusiawi, berpikirnya hanya uang, uang, tanpa rasa kemanusiaan,” tegas Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu(10/9).

Meninggalnya bayi bernama Tiara Debora Simanjorang (4 bulan) pun mendapat perhatian luas netizen Indonesia. Sebagian netizen yang terpantau melalui linimasa twitter menyayangkan sikap rumah sakit yang tidak memberikan tindakan cepat.

Salah satunya adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar yang menyatakan meninggalnya Debora karena pengabaian sisi kemanusian.

Netizen lainnya juga terlihat meminta maaf kepada bayi Debora. Ia berharap agar kejadian ini merupakan yang terakhir.

Bayi Debora meninggal setelah orang tuanya berupaya agar anaknya itu dirawat di RS Mitra Keluarga Kalideres. Ibunda Debora, Henny Silalahi, menyanggupi biaya yang diminta oleh pihak RS. Namun memang dia baru bisa membayar Rp 5 juta di pagi hari itu, Minggu (3/9).

Sementara itu pihak RS Mitra Keluarga memberi keterangan berbeda dalam situs resminya. Menurut pihak RS, orang tua Debora keberatan dengan biaya rumah sakit.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend