Netizen Protes Sikap PLN Bawa Ke Ranah Hukum Hadapi Isu Kenaikan TDL

tarif listrik non subsidi turun

Foto: Istimewa

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menegaskan pemerintah tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL) yang dibebankan kepada masyarakat. Ia menyampaikan, PLN tidak dapat memutuskan untuk menaikkan TDL.

Sebab, kenaikan TDL dilakukan pemerintah dengan persetujuan DPR. Karena itu, ia mengaku bingung adanya isu kenaikan TDL yang beredar melalui media sosial.

“Kami nyatakan kalau ada kerugian masalah kurs atau apa, itu tanggung jawab kami. Makanya saya bingung, yang mengatakan TDL naik ini siapa, masa medsos yang menaikkan TDL? Kan pemerintah, persetujuan DPR. Dirut PLN tidak bisa menaikkan TDL. Makanya saya betul-betul sampai hari ini tidak paham dan tidak mengerti mengapa semua pihak mengatakan TDL naik,” jelas Sofyan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (14/6).

Sofyan mengatakan, beredarnya informasi kenaikan tarif dasar listrik hanya merupakan isu untuk mendiskreditkan PLN dan juga pemerintah. Ia pun kemudian mempertimbangkan untuk membawa masalah ini ke jalur hukum guna meminta bantuan kepada aparat penegak hukum untuk menyelidiki isu yang beredar tersebut.

Ia menduga, terdapat unsur kesengajaan dalam penyebaran isu kenaikan TDL. “Itu sesuatu yang aneh sekali menurut saya isu di medsos ini. Ini mendiskreditkan. Pada saatnya mungkin kami akan ke ranah hukum. Kami akan ke ranah hukum, minta bantuan dari aparat hukum untuk meneliti ini. Karena takut ada unsur kesengajaan kan,” kata dia.

Rencana PLN untuk membawa isu kenaikan TDL ke ranah hukum ternyata mendapat tanggapan beragam dari netizen Indonesia. Salah satunya datang politisi asal Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban. Mantan Menteri Kehutanan ini kecewa dengan sikap Dirut PLN yang mengancam akan membawa isu kenaikan TDL ke ranah hukum.

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh netizen lainnya. Netizen pemilik akun @titorachman1 ini mengaku kecewa dengan sikap ancam-mengancam.

Seperti diketahui, Pemerintah memutuskan mencabut subsidi bagi pelanggan golongan 900 VA yang masuk dalam kategori keluarga mampu. Menurut dia, selama ini justru penerima subsidi golongan 900 VA lebih besar daripada keluarga miskin yang menggunakan daya 450 VA.

“Karena memang fakta mengatakan yang 900 watt ini mereka mampu tapi subsidinya lebih besar dari orang miskin yang 450 watt. Yang dulu saya cerita ada kos-kosan, punya mobil, ada AC segala macam, tapi waktu dia membayar itu subsidinya diberikan lebih besar daripada orang miskin,” ujar Sofyan.

Sejumlah indikator pun telah ditetapkan pemerintah untuk memindahkan pengguna daya listrik subsidi 900 VA menjadi pengguna non-subsidi. Menurut dia, penerima subsidi listrik pun semakin bertambah.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend