Netizen Tolak Pengadilan Den Haag, #GanyangPKI Bertebaran Di Linimasa

Penolakan Pengadilan Rakyat di Beanda – sumber foto : Istimewa

Den Haag gelar pengadilan untuk mengungkap berbagai kasus sekitar peristiwa 1965. Walaupun Pemerintah Indonesia tidak mengakui International People’s Tribunal atau pengadilan rakyat ini, pengadilan tetap digelar pada 10 hingga 13 Nopember 2015. Pengadilan ini berupaya untuk mengungkap peristiwa pembantaian di Indonesia antara tahun 1965 sampai 1966 yang diperkirakan 500 ribu orang tewas.

International People’s Tribunal sengaja dibentuk oleh para aktivis hak asasi manusia khusus untuk kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi tahun 1965 di Indonesia. Pengacara kelompok hak asasi manusia menuntut Pemerintah Indonesia atas sembilan dakwaan dari mulai pembunuhan, penyiksaan, hingga kekerasan seksual.

Dari hasil pantauan di media sosial, khususnya Twitter. Redaksi eveline mendapati sebanyak 5.314 kicauan, memperbincangkan tentang pengadilan Internasional untuk mengungkap kasus 1965 . Pemantauan ini dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System pada periode 10 – 12 Nopember 2015.

Dikutip dari Republika Nursyahbani Katjasungkana, aktivis hak asasi manusia yang juga mantan anggota dewan mengatakan, pemerintah di Jakarta harus bertanggungjawab atas kejahatan yang terjadi pada masa lalu. “Pemerintah Indonesia bertanggungjawab untuk memenuhi dan menghormati korban,” ujarnya. “Mereka memiliki hak untuk keadilan, hak kebenaran dan reparasi.” Netizen Indonesia sontak menolak dan tidak mendukung pengadilan rakyat yang digelar di Den Haag, Belanda, sebanyak 2.151 kicauan menyatakan penolakan ini.

Terkait International People’s Tribunal, beberapa tokoh mengungkapkan bahwa pengadilan yang dilakukan di Belanda ini tidak tepat karena Belanda  pernah menjajah Indonesia selama beratus-ratus tahun. Selain itu, Belanda harusnya berkaca pada dirinya sendiri, bagaimana mereka memperlakukan rakyat Indonesia saat mereka menjajah tanah air. Netizen menyebut sebanyak 1.455 kicauan kalau Belanda melakukan hal ini, karena mereka mempunyai sejarah kelam di Indonesia.

Penolakan netizen terhadap pengadilan rakyat yang diselenggarakan di Den Hagg, Belanda ramai di media sosial Twitter. Dengan menggunakan #GanyangPKI netizen menyuarakan penolakan tersebut, terbukti sampai berita ini diturunkan, redaksi eveline mencatat sebanyak 4.293 tweet telah dilayangkan. Berikut beberapa kicauan netizen yang menolak pengadilan yang dilasakanan pada 10 – 13 Nopember 2015, “Pantaskah Generasi PKI bicara Ham dinegeri ini #GanyangPKI” kicau @edistiedisti, ada pula akun twitter @jarodyudo yang berkicau “Fuck holland, korban westerling HAM berat, PKI penghianat bangsa wajib dibantai,Nursyahbani penghianat bangsa #GanyangPKI”. Sedangkan akun twitter @asalgoblack yang berkicau “#GanyangPKI sdh cukup kt mempunyai sejarah paling pahit dinegeri ini yaitu PKI, jgn memulinya lg”

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend