Novel Baswedan “Curhat” Kecurigaannya Pada Majalah Time

Foto: Istimewa

Penyidik KPK, Novel Baswedan, masuk dalam laman Time.com. TIME bahkan menyanjung Novel sebagai penyidik korupsi terbaik Indonesia pada judul artikel.

“Ada begitu banyak korupsi yang harus dihadapi,” kata Novel (39) kepada TIME membuka artikel berjudul “‘I Don‚Äôt Want to Be Sad’: Indonesia’s Top Graft Buster Talks to TIME From His Hospital Bed”, Selasa. ¬†TIME menjelaskan kondisi Novel saat diwawancara di Rumah Sakit Singapura pada 10 Juni lalu.

Novel mengaku bahwa kejadian tersebut merupakan keenam kalinya dia diserang karena pekerjaannya; pada 2011 sebuah mobil berbelok ke arahnya saat dia mengendarai motor menuju rumah (dia berpikir itu hanya sebuah kecelakan sampai hal yang sama terjadi seminggu kemudian).

Dikutip dari Republika.co.id, Novel Baswedan mengaku heran dengan perkembangan penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya.

‚ÄúSaya sebenarnya telah menerima informasi bahwa seorang jenderal kepolisian‚ÄĒlevel tinggi dari jajaran kepolisian‚ÄĒterlibat (dalam kasus penyiraman air keras). Awalnya, saya bilang itu informasi yang bisa jadi salah. Namun, kini sudah dua bulan lamanya dan kasus saya tak juga menemukan titik terang. Saya katakan, perasaan saya bahwa informasi itu bisa saja benar,‚ÄĚ kata Novel Baswedan, seperti dikutip Time, Selasa (13/6).

Menghadapi perkembangan kasus kekerasan terhadap Novel Baswedan, sejumlah netizen terlihat angkat suara. Salah satu netizen, Dahnil Anzar Simanjutak terlihat cukup keras memberikan pendapatnya. Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini menyebut penyerang Novel sebagai teroris.

Seorang netizen lain bahkan sangat berandai-andai terdapat CCTV yang merekam kejadian penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Harapannya agar publik sama-sama dapat menilai siapa pelaku penyerangan tersebut.

“Andai rekaman video cctv penyiram Novel Baswedan beredar, pasti kita sama-sama bisa melihat wajah pelakunya” ujar akun @mbahsjam.

Lebih lanjut Novel mengatakan ‚ÄúSaya tidak mau bersedih hati,‚ÄĚ dengan gelak tawa, ‚ÄúKapanpun kita berkomitmen melawan (korupsi) demi rakyat, demi orang banyak, maka hasilnya kita bisa dimusuhi, diserang,‚ÄĚ jelasnya.

Karena itu, Novel sangat berkeinginan untuk dapat kembali pulih sehingga bisa meneruskan pekerjaan-pekerjaannya di KPK. Saat diwawancari Time, Novel Baswedan ditemani ibundanya yang terus-menerus memberikan semangat kepada anak terkasihnya itu.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend