Pak Raden Meninggal Dunia, Netizen Indonesia Berduka

Pak Raden dan Si Unyil – sumber foto : Istimewa

Kabar duka menyelimuti dunia hiburan tanah air, setelah pada Jumat 30 Oktober 2015, seniman Drs Suyadi atau ebih dikenan dengan Pak Raden meninggal dunia. Sosok yang diidentikkan sebagai karakter antagonis dalam serial sandiwara boneka Si Unyil ini menghembuskan nafas terakhir di RS Pelni Petamburan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 22.20 WIB.

Sebelum meninggal dunia, kondisi Pak Raden memang sudah menurun drastis pada siang hari. Seniman kelahiran Puger, Jember, Jawa Timur 28 November 1932 ini mengalami infeksi pada paru-paru sebelah kanan. Memang di usia senjanya, almarhum banyak menghabiskan waktu di rumah. Pak Raden memang dalam kondisi sakit-sakitan sehingga untuk mobilitas, ia tergantung pada kursi roda.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 30-31 Oktober 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System, terdapat 67.567 tweet yang membicarakan tentang meninggalnya Drs Suyadi alias Pak Raden.

Mayoritas netizen Indonesia menyatakan berduka atas meninggalnya tokoh pencipta Si Unyil ini. Mereka menyampaikan dukacita atas berpulangnya Drs Suyadi alias Pak Raden lewat 13.467 tweet. Tak cukup sampai disitu, ucapan dukacita juga mengalir dari para Netizen melalui hastag #RIPPakRaden sebanyak 13.097 tweet.

Sosok Pak Raden terkenal dengan aksesoris khasnya yaitu mengenakan beskap hitam, blangkon, kumis tebal palsu, serta tongkat kayu. Sejak kecil Pak Raden sangat hobi dalam menggambar, yang kemudian mengantarkannya masuk ke jurusan seni rupa di ITB (Institut Teknologi Bandung) pada tahun 1952.

Semasa kuliah ia banyak menghasilkan karya berupa buku cerita bergambar untuk anak-anak dimana ia sebagai ilustrator dan penulis ceritanya serta ia juga membuat film pendek animasi untuk anak-anak. Setelah lulus dari ITB, Pak Raden kemudian melanjutkan pengetahuannya tentang animasi di Perancis, ia belajar disana selama empat tahun.

Memasuki tahun 1980, Pak Raden kemudian menciptakan tokoh ‘Si Unyil’ yang terkenal. Kata ‘Unyil’ sebenarnya berasal dari kata ‘Mungil’ yang artinya ‘kecil’. Selain menciptakan boneka tokoh si Unyil dan Pak Raden, Suryadi atau Pak Raden juga menciptakan tokoh karakter lainnya yaitu Pak Ogah serta Bu Bariah.

Serial Sandiwara boneka Si Unyil yang di tayangkan di TVRI waktu itu dan sampai sekarang masih terus tayang di televisi, memberikan banyak informasi yang bersifat edukatif. Hal ini membuat netizen Indonesia mengenang sosok Pak Raden lewat sandiwara boneka tersebut. Terbukti sebanyak 7,845 kicauan menyatakan hal ini.

Selamat jalan Pak Raden.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend