Pelajaran Dari Pilkada DKI: Tudingan Fitnah dan Rasis Bertebaran Di Twitter

Ini Dia Analisa Pandji Pragiwaksono Terkait Kualitas Public Speaking Ahok dan Anies

Foto: istimewa

Apa yang bisa dipetik dari pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017? Banyak. Salah satunya adalah kreativitas masing-masing pasangan calon dalam merebut suara pemilih. Soal kreativitas, Pilkada DKI 2017 adalah barometer bagi pelaksanaan kampanye di Pilkada lainnya.

Walaupun semua pasang mata tertuju pada pelaksanaan Pilkada DKI, tidak semua aspek bisa dicontoh oleh pelaku Pilkada di daerah. Jika ditelisik lebih lanjut, Pilkada DKI 2017 menyisakan begitu banyak “sampah” kicauan yang menghiasi hari-hari pengguna media sosial, utamanya twitter.

Tudingan antar pendukung pasangan calon tentang fitnah dan kampanye rasis memenuhi ruang linimasa media sosial. Pantauan pada linimasa twitter pada periode 1-13 April 2017, tudingan fitnah masing-masing pasangan calon meningkat. Mulai dari Jakarta Bersyariat, penjiplakan lagu hingga sanduk-spanduk provokatif.

Grafik Kicauan Saling Tuding Antar Pendukung Pasangan Calon Tentang Fitnah (1-13 April 2017)

Selama periode tersebut di atas, jumlah kicauan saling tudih tentang fitnah mencapai 18.951 tweet. Puncak tudingan fitnah terjadi pada tanggal 4 April 2017 dengan jumlah kicauan mencapai 4.119 tweet.

Puncak kicauan tersebut juga terjadi dengan saling tuding mengenai perilaku atau kampanye rasis. Netizen pada tanggal 4 April 2017 diramaikan dengan menuduh iklan kampanye pasangan Ahok-Djarot berbau SARA.

Pada periode pemantauan yang sama, sebanyak 21.548 tweet dilesakkan netizen ke linimasa twitter dengan tudingan rasis. Puncak dari saling tuding tersebut terjadi pada tanggal 4 April dengan jumlah kicauan mencapai 12.844 tweet dan terus menurun setelahnya.

Grafik Kicauan Saling Tuding Antar Pendukung Pasangan Calon Tentang Rasis (1-13 April 2017)

Barangkali Pilkada DKI 2017 adalah Pilkada yang paling ramai dengan tuduhan fitnah dan rasis dibandingkan dengan Pilkada daerah lainnya. Istilah rasis memang pernah ramai pada Pilkada DKI 2012 antara Foke dan Jokowi. Saat itu Foke ramai mendapat kritik netizen gegara ucapannya yang meminta pencoblos Jokowi untuk pulang ke Solo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Send this to friend