Penghentian Kasus Viktor Laiskodat Bakal Digugat Gerindra, Netizen: Kenapa Ada Yang Kebal Hukum?

viktor laiskodat

(Sumber foto: republika.co.id/FB Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

Politikus Partai Gerindra, Iwan Sumule mengatakan akan mengajukan Praperadilan atas penghentian penyelidikan Bareskrim Polri terhadap kasus dugaan ujaran kebencian mengandung SARA yang dilakukan Viktor Laiskodat.

“Iya, kami akan mengajukan praperadilan,” ujar Iwan kepada Republika.co.id, Rabu (22/11).

Iwan mengaku sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari penyidik akan penghentian proses penyelidikan ini. Sehingga sebelum mengajukan gugatan, pihaknya akan meminta surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) dan surat penghentian penyidikan (SP3). “Kami akan meminta SP2HP dan SP3 dari Bareskrim Polri yang menyatakan bahwa kasus Viktor dihentikan,” kata dia.

Dengan bermodalkan dua surat tersebut, pihaknya akan mengkaji alasan Bareskrim menghentikan laporan yang telah dibuatnya pada 4 Agustus 2017 lalu. Selanjutnya akan membawa kasus ini ke praperadilan. “Kami akan terus berjuang untuk mendapat keadilan dengan melakukan langkah-langkah hukum terhadap Bareskrim Polri yang telah menghentikan kasus pidana ujaran kebencian yang dilakukan oleh Viktor Laiskodat dalam pidatonya itu,” ujar Iwan.

Berikut pantauan redaksi eveline, mendapati komentar netizen di media sosial terkait Gerindra akan gugat penghentian kasus Viktor Laiskodat. “Preseden buruk yang diciptakan oleh penegak hukum. unequolity before the law.”, tulis netizen bernama Sadarudin Bakri sampaikan keprihatinan.

Senada dengan netizen berikut, “langkah yg makin ancur ancuran, nanti waktu anggota DPR pada reses, saling maki, saling hina, saling adu domba, bisa bisa kapolri di hina, presiden di hina, gubenur di hina, kitab suci di hina, sesama suku di adu domba, antar agama di adu domba, jika dilaporkan jawabnya lagi reses hak imunitas,,,,, jadi bebas bicara…. ancur ancur,”, tulis akun bernama Sutar No.

Selanjutnya, Netizen bernama Muktarrudin Usman menyoal hak imunitas, “Kita semua sama di depan hukum, kenapa ada yg kebal hukum?”. Hingga seorang netizen berharap keadilan dapat ditegakkan, “Mudah-mudahan lelucon ini semakin membuka mata hati dan pikiran bangsa ini dan bersiap memilih pemimpin yang adil th.2019..”, tulis Bayu Sagara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend