Pengibar Bendera Koes Plus Tutup Usia, Netizen: RIP The Legend Yon Koeswoyo

Yon Koeswoyo

(Sumber Foto: FB Anto Browns II/cnnindonesia.com)

Vokalis Koes Plus Yon Koeswoyo meninggal dunia di usia 77 tahun pada Jumat (5/1). Pria bernama asli Koesyono Koeswoyo ini merupakan salah satu personel yang mencoba terus mengibarkan nama bandnya hingga akhir hayatnya.

Yon mulai aktif bermusik bersama saudara-saudaranya, Jon Koeswoyo, Tonny Koeswoyo, Nomo Koeswoyo, dan Yok Koeswoyo lewat sebuah grup bernama Kus Brothers. Setelah Jon memutuskan untuk mundur, Yon dan ketiga saudaranya tetap lanjut bermusik dengan pimpinan Tonny. Pada 1963, mereka pun mengganti nama bandnya menjadi Koes Bersaudara dengan formasi Yon sebagai penyanyi utama disamping memegang gitar.

Tonny memang selalu ingin Yon yang menjadi vokalis utama karena memiliki suara yang bagus dan tidak pernah diajari gitar secara khusus.

Berselang dua tahun kemudian, rezim Soekarno saat itu turut memenjarakan anggota keluarga itu karena dinilai masik yang kebarat-baratan. Namun, akhirnya keluarga itu dibebaskan. Dalam laporan Pantau disebutkan, upaya pemerintah untuk memajukan kebudayaan nasional, termasuk musik, didukung oleh Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), bagian dari Partai Komunis Indonesia, antara lain melalui konsepsi kebudayaan yang dimuat di Lentera, lembaran kebudayaan harian Bintang Timur yang dimulai 16 Maret 1962.

Pada 1969, posisi penabuh drum digantikan oleh Kasmuri atau Murry, rekomendasi dari Yon kepada Tonny. Mereka mengganti grup musiknya menjadi Koes Plus. Nama Koes Plus pun terkenal dengan pelbagai lagunya macam Manis dan Sayang dan Cintamu Telah Berlalu.

Pada 2016 lalu, Yon sempat mengaku mengidap sesak napas yang diakibatkan oleh kebolongan paru-parunya, yang membuatnya harus diopname selama lebih dari sebulan, Mei hingga Juni di tahun itu. Yon menyebut peristiwa tersebut sebagai peringatan dari Tuhan. Ia sadar bahwa selama ini dirinya terlalu semangat dalam berpentas, sehingga seringkali ‘lupa daratan.’ “Saya kalau tidak bernyanyi malah lemas. Saya kan tukang nyanyi, saya kalau nyanyi senang. Ini obat mujarab,” ujarnya.

Yon mengaku sangat bersyukur atas keberadaan orang-orang yang senantiasa di sisinya ketika dalam keadaan sakit. Ia menuturkan, banyak sekali orang yang mengirimkan bantuan berupa moral dan material. Bukan hanya itu, para penggemar Yon bahkan tidak segan-segan membantunya dengan bentuk finansial. Saat itu ia mengaku kesulitan membayar biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit. Sebagian dari mereka lantas membantunya.

Alasan biaya pengobatan dan perawatan itu pula yang membuat Yon menggelar konser bertajuk Andaikan ‘Koes Plus Datang Kembali’ di Balai Sarbini, Jakarta Pusat pada 9 Desember 2016. “(Alasan) yang utama betul adalah, saya kan tidak ada pensiun, tidak mendapatkan duit dari pemerintah. Itu duit dari mana? Memangnya tidak perlu uang untuk makan dan beli obat? Saya sekali check up saja Rp3,5 juta, kalau seminggu sekali saya duit dari mana? Kecuali kalau saya kaya sekali,” ujarnya.

Yon tetap bernyanyi demi bisa bertahan hidup. Ia tetap mengibarkan bendera Koes Plus hingga akhir hayatnya. Selamat jalan, Yon Koeswoyo.

Berikut pantauan redaksi eveline, mendapati ragam komentar netizen di media sosial terkait pengibar bendera Koes Plus Yon Koeswoyo tutup usia. Netizen bernama Anto Browns II‎ sampaikan doa turut berduka cita, “RIP the legend om Yon Koeswoyo..”. Bahkan seorang netizen bernama Gofran Choliq menyebut grup musik Koes Plus dengan Yon Koeswoyonya dianggap lengendaris serupa grup The Beattles, “sungguh “Legendaris” mirip grup dari inggris The Bettles”.

Yon Koeswoyo (77 th) anggota band Koesplus yang sebelumnya band Koes bersaudara. Lagu hits antara lain; Kolam susu,…

Posted by Diah Retnowati on Thursday, January 4, 2018

Innalilahi wa innailaihi roji'un, selamat jalan opa Yon Koeswoyo semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan…

Posted by Ahmad Rizal on Thursday, January 4, 2018

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend