Perbincangan di Medsos, Elpiji Naik Jokowi Tidak Pro Rakyat

Beriringan dengan kenaikan harga BBM, PT. Pertamina (Persero) menaikkan juga harga jual gas elpiji tabung 12 kilogram. Kisaran kenaikan harga gas elpiji tabung 12 kg tersebut berkisar antara 6.300 – 8000 per kilogram. Kenaikan harga elpiji disebabkan oleh dua faktor, yaitu naiknya harga gas dunia dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika.

Pantauan redaksi eveline.co.id melalui media sosial twitter, kenaikan harga elpiji memicu 12.311 pembicaraan. Linimasa twitter yang dipantau sejak 1-3 April 2015 mencapai puncak perbincangan pada Kamis 2 April 2015. Jumlah perbincangan pada 2 April mencapai 5.627 pembicaraan.

Selain pembicaraan mengenai naiknya harga elpiji, pengguna media sosial twitter juga menyoroti pernyataan PT. Pertamina (Persero) bahwa kenaikan harus dilakukan. Jika tidak menaikkan harga jual elpiji, ditengarai Pertamina akan mengalami rugi besar. Dalam konteks ini, 1.401 tweet berbincang mengenai kondisi pertamina yang akan merugi jika tidak segera menaikkan harga gas elpiji.

Meskipun demikian, penggguna media sosial di twitter juga mengeluhkan bahwa Pertamina menaikkan harga elpiji secara diam-diam. Sebagian besar perbincangan didominasi bahwa kenaikan baru diketahui pada saat membeli gas ke pengecer. Jumlah tudingan kepada pertamina selama periode 1-3 Maret 2015 mencapai 1.188 pembicaraan.

Pembicaraan lainnya yang cukup kontroversi adalah tudingan masyarakat pengguna media sosial bahwa Jokowi tidak pro rakyat. Keputusan untuk menaikkan harga jual gas elpiji disaat naiknnya harga beras dan kebutuhan pokok lainnya seperti BBM dirasakan memberatkan daya beli masyarakat. Perbincangan bahwa Presiden Joko WIdodo tidak pro rakyat mencapai 1.072 pembicaraan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend