Percakapan Netizen Tentang Telegram Tembus Lebih 28 Ribu Kicauan

Blokir Telegram, Pemerintah Dikritik Habis Netizen

Foto: Istimewa

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada Jumat telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik situs aplikasi percakapan Telegram.

“Pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia,” demikian siaran pers Kementerian Kominfo, Jumat (14/7).

Adapun ke-11 DNS yang diblokir adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Pada linimas twitter, kabar pemblokiran aplikasi telegram meledak hingga menjadi puncak trending topik Indonesia hingga jelang tengah malam. Pantauan redaksi eveline melalui aplikasi evello, jumlah kicauan pada pukul 23:01 WIB mencapai 28.856 tweet. Puncak keramaian netizen terlihat terjadi pada pukul 21:00 WIB dengan jumlah kicauan mencapai 14.179 tweet.

Akun @evellocorp melaporkan pada pukul 19:24 WIB, jumlah kicauan netizen tentang pemblokiran aplikasi telegram mencapai 10.968 tweet.

Ramainya pembicaraan netizen juga mengundang sejumlah politikus untuk berkomentar. Salah satunya adalah politikus partai Gerindra, Fadli Zon. Dengan komentar bernada satire, pria berkacamata ini meminta agar pemerintah juga agar penggunaan panci dilarang karena digunakan oleh teroris.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar juga terlihat angkat suara. Ia menyebut tindakan pemblokiran adalah bentuk rasa frustasi. Bahkan Ia menyebut sebagai tindakan yang tidak berperasaan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend