Petani Tebu Kena Pajak 10 Persen, Rizal Ramli: Ampun..Ampun..

Harga

Foto: Ilustrasi

Keputusan Kementerian Keuangan menetapkan pajak 10 persen untuk para petani tebu dianggap akan menguntungkan para petani. Sebab, para petani tebu tersebut lebih efisien.

“Biar mereka fokus pada tebu saja, tidak sampai ke gula,” kata Direktur Tanaman Semusim Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Agus Wahyudi seperti dikutip dari Republika, Kamis (6/7). Selama ini, para petani menggunakan sistem bagi hasil sehingga petani mendapatkan gula.

Ia mengatakan, penerapan pajak ini merupakan wewenang Kementerian Keuangan untuk mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Jika tanaman perkebunan memiliki pertambahan nilai, kata Agus, sudah sepatutnya dikenakan pajak, termasuk tebu.

Menghadapi rencana tersebut, netizen pun ramai memberikan komentarnya. Sebagian besar netizen tidak habis pikir dengan pengenaan pajak kepada petani tebu tersebut.

Sementara, netizen lainnya justru berpendapat bahwa pengenaan pajak tersebut tidak tepat. Ia justru mengingatkan bahwa petani dan nelayan kecil harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah. “Pak Heru, bukan cuma petani tebu tapi petani2 lainnya dan nelayan kecil janganlah ditambah beban pajak. Justru mereka harus disupport Pmrth” ujar akun @hermantoregar.

Ekonom, Rizal Ramli juga ikut berkomentar terhadap pengenaan pajak kepada petani tebu. Komentar singkat Rizal Ramli melalui akun twitternya “Ampun.. ampun . ☹️☹️Menkeu sudah kalap.. Pajak 10 % Petani Tebu”.

Agus Wahyudi mengakui pendapatan petani akan turun. Untuk itu, para petani ke depannya harus meningkatkan produktifitas.

Pihaknya dalam hal ini Kementerian Pertanian tidak akan tinggal diam. Seperti diketahui, pemerintah tengah melakukan perbaikan pada tanaman tebu baik on farm maupun off farm guna mewujudkan swasembada gula konsumsi pada 2019. Salah satu contohnya yakni dengan mendirikan pabrik gula baru dan optimalisasi pabrik gula yang sudah ada.

Agus menambahkan, saat ini harga tebu para petani sebesar Rp 600 ribu per ton dengan rendemen sekitar 7,5 hingga 8 persen. “Rp 50 ribu per ton kalau tebunya jelek,” kata dia.

Pendapat inipun tak lepas dari kritik keras netizen. Netizen menyebutkan bahwa argumentasi pemerintah tidak dapat diterima.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend