Polemik Pencopotan Kapolda NTT Kian Memanas, Netizen Berkomentar

Polemik Pencopotan Kapolda NTT

Polemik Pencopotan Kapolda NTT kian memanas. Pasalnya oleh beberapa pihak, Kepolisian Republik Indonesia dianggap tak bernyali, atau dengan istilah lain memiliki taring namun tak dapat menggigit, dalam hal mengatasi mafia perdagangan miras di Indonesia. Polri dianggap tak berdaya ketika menghadapi lingkaran penguasa.

Seperti diketahui sebelumnya, Brigjen Endang Sonjaya dicopot dari jabatannya dan dipindahkan ke Inspektorat Wilayah (Irwil) III Itwasum Mabes Polri, selang beberapa hari paska merebaknya kasus razia minuman keras milik anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Herman Hery di Beers and Barrel, Sotis Hotel, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Brigjen Endang Sonjaya diketahui tidak mendapatkan kenaikan pangkat dalam hal pencopotan tersebut.

Pencopotan Brigjen Endang Sonjaya berdasarkan surat telegram Kapolri Nomor ST/2718/XII/2015 tertanggal 31-12-2015, pada bulan pertama di tahun 2016, Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya, NRP 59090635, dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda NTT, dan digantikan dengan Brigjen Widiyo Sunaryo yang sebelumnya bertugas di Div Hubinter Mabes Polri.

Pantauan redaksi eveline pada media sosial khususnya Twitter pada periode 3 – 4 Januari 2016, perbincangan mengenai Polemik Pencopotan Kapolda NTT, mendapat reaksi netizen sebanyak 1.299 tweet. Dimana terjadi puncak perbincangan pada 3 Januari 2016, sebanyak 1.068 kicauan. Perbincangan  Polemik Pencopotan Kapolda NTT telah dikicaukan sebanyak 855 akun twitter, dengan jangkauan sebanyak 1.599.309 akun twitter.

Berikut komentar oleh netizen pada linimasa twitter terkait polemik pencopotan Kapolda NTT, seperti misalnya, Kultweet pada akun twitter Front Pembela Islam (FPI).

@DPP_FPI, “1. Setelah menteri Rahmad Gobel dicopot krn kebijakannya larang miras, kini Kapolda NTT dicopot krn razia miras.”. Selanjutnya, “2. Kapolda NTT, Brigjen Endang Sonjaya dicopot dr jabatannya, hanya bbrp stlh gelar razia miras. Salah satunya menyasar milik Herman Heri.”, masih kultweet oleh @DPP_FPI yang diakhiri dengan, “16. Siapapun berani usik bisnis mereka, akan “dihabisi” Menteri Rahmad dan Kapolda NTT contohnya. Jika ormas, maka citranya akan dihancurkan”.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend