Presiden Jokowi Minta Kasus Bom Samarinda Diusut Secara Tuntas

Bom di Gereja Oikumene Samarinda Jadi Perbincangan Netizen

Foto: Istimewa

Presiden Joko Widodo atau kerap disapa sebagai Jokowi meminta agar kasus pengeboman Gereja Oikumene di Loa Janan Ilir, Samarinda diusut secara tuntas. Jokowi menegaskan Polisi akan melakukan penegakan hukum dengan tegas. Hal tersebut disampaikan presiden melalui akun twitter menanggapi kejadian pada Minggu (13/11).

Penegasan Presiden tersebut disambut dukungan banyak netizen melalui media sosial twitter. Secara umum netizen menyatakan dukungannya atas pernyataan Presiden tersebut. Salah seorang netizen menyebutkan bahwa pelaku teror mengancam Hak Asasi Manusia atas rasa aman. Hal tersebut disampaikan akun @ahsanpertamedik menanggapi pernyataan Presiden Jokowi.

Sementara itu, Polisi telah menangkap orang yang diduga pelaku pengeboman di Gereja Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur. Orang yang memiliki nama Joh alias Jo Bin Muhammad Aceng Kurnia (32) pernah mendekam dalam penjara sebelum melakukan tindakan tersebut.

Tindakan yang dilakukan Jo telah memakan empat orang korban. Di antaranya adala Intan Olivia, Alvaro Aurelius, Triniti Hutahaya dan Anita Kristobel Sihotang. Kempat korban itu mengalami luka bakar pada tubuhnya.

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj juga menyatakan kegeramannya atas tindakan teror tersebut. Said Aqil mengutuk tindakan kekerasan untuk dan atas nama apapun.

Polisi juga sudah mencatat lima orang sebagai saksi. Salah satunya adalah pendeta Elmun Rumahorbo. Polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap semua saksi. Untuk kondisi di lapangan, saat inipolisi sudah memasang garis polisi dan mengamankan sisa barang bukti bersama Brimob

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend