Razia Saritem, Netizen Prihatin PSK di Bawah Umur

Razia PSK Lokalisasi Saritem Bandung – sumber foto: Istimewa

Keseriusan pihak Kepolisian Republik Indonesia dalam memberantas prostitusi kembali coba ditunjukkan dengan razia terhadap lokalisasi Saritem di kota Bandung. Rabu, 20 Mei 2015 kemarin, puluhan aparat dari Polrestabes Bandung merazia kawasan esek-esek di Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung tersebut. Sebanyak 169 perempuan pekerja seks komersial (PSK) dan 28 mucikari digelandang ke Mapolrestabes Bandung di Jalan Merdeka.

Para PSK selanjutnya dimasukkan ke ke sebuah rumah singgah milik Dinas Sosial Kota Bandung untuk diberikan pengarahan, bimbingan dan pembinaan. Dengan harapan mereka tidak kembali terjun ke bisnis ilegal ini. Yang paling mengejutkan adalah, ditemukannya PSK di bawah umur yang ikut terjaring razia. PSK tersebut baru berusia 16 tahun. Atas temuan ini polisi menetapkan para mucikari sebagai tersangka yang dijerat dengan pasal 296 dan pasal 509 KUHPidana tentang tindak pidana eksploitasi ekonomi atau seksual anak dan memudahkan perbuatan cabul dan mucikari. Sanksi hukuman yang menanti maksimal 5 tahun.

Sebenarnya, kawasan prostitusi Saritem secara resmi sudah ditutup pada tahun 2007 oleh Walikota Bandung saat itu Dada Rosada. Namun, dalam prakteknya, sekitar 400 rumah di kawasan ini masih saja menawarkan jasa prostitusi untuk para lelaki hidung belang.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas razia Saritem ini? Simak pantauan redaksi Eveline berikut ini.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 21 – 22 Mei 2015. Sebanyak 7.713 tweet menyebut bahwa lokalisasi Saritem yang secara resmi ditutup pada 2007 ternyata masih beroperasi. Kabar tentang razia yang digelar polisi pada Rabu kemarin mendapat pembicaraan netizen sebanyak 2.287 tweet.

Sementara, ratusan PSK yang diamankan petugas dalam razia dibicarakan netizen lewat 1.349 tweet. Sedangkan 219 tweet dicuitkan netizen yang menyebut bahwa masih beroperasinya Saritem karena adanya beking dari preman selama ini.

Yang paling menarik adalah, adanya 1.199 tweet dicuitkan netizen yang menyatakan keprihatinan atas ditemukannya PSK di bawah umur dalam razia. Sebagaimana disebut, terdapat PSK berusia 16 tahun yang ikut diangkut petugas dalam razia. Netizen menyebut hal ini sangat menyedihkan dan menghimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan nasib para anak-anak di bawah umur yang terjebak dalam lingkaran bisnis maksiat ini.

***

Loading...

2 thoughts on “Razia Saritem, Netizen Prihatin PSK di Bawah Umur

  1. madametussaud

    Ada bbrp penyebab ABG ini masuk kedunia prostitusi antara lain krn tuntutan ekonomi, utk membiayai gaya hidup hedonisnya atau karena memang “nakal “.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend