Riset Media: Pencalonan Airlangga Tidak Membuat Golkar “Bergairah”

Presiden Jokowi dan Pejabat Tinggi Negara Hadiri Pembukaan Munaslub Golkar

Foto: Ilustrasi

Partai Golkar sudah seharusnya segera memiliki ketua umum yang baru. Pasalnya, kasus yang menimpa Setya Novanto berpotensi mengganggu suara partai Golkar dalam berbagai ajang Pilkada 2018 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh peneliti senior evello, Azis Subekti.

“Pantauan selama bulan oktober 2017, jumlah berita tentang Partai Golkar sangat dipengaruhi oleh kasus Setya Novanto. Jumlah pemberitaan tentang partai Golkar mencapai 13.117 berita dengan penerimaan negatif oleh netizen sebanyak 80,3% dibandingkan partai-partai politik lainnya” terang Azis pada Minggu (3/12/2017).

Azis subekti juga menyebutkan bahwa kasus yang menimpa ketum Golkar, Setya Novanto sangat berimplikasi langsung pada citra partai beringin tersebut.

“Bohong kalau tidak ada implikasinya. Di media sosial facebook, data kami menunjukkan sentimen negatif¬† perbincangan publik tentang partai Golkar mencapai 97% pada November 2017” terangnya.

Sejalan dengan kondisi tersebut, peneliti evello lainnya, Hasto Suprayogo menyebutkan bahwa langkah partai Golkar untuk menggelar Munaslub adalah jalan terbaik. Walaupun demikian, Hasto menyebutkan ada sejumlah catatan yang perlu diperhatikan.

“Pencalonan Airlangga Hartarto yang digadang-gadang mendapat dukungan kuat dari DPD-DPD I Golkar tidak membuat gairah netizen meningkat” jelas Hasto.

Menurutnya, publik hanya mengetahui tentang pencalonan Airlangga Hartarto yang juga Menteri Perindustrian ini dari media pemberitaan. Tingkat interaksi netizen terhadap pemberitaan berkaitan dengan pencalonan Airlangga tidak menarik minat netizen lebih dalam.

“Pencalonan Airlangga Hartarto ramai dikarenakan posisinya sebagai seorang Menteri dan dukungan Presiden Jokowi. Keramaian juga diciptakan karena keterlibatan akun-akun media sosial Partai Golkar di daerah. Jadi bukan netizen yang ramai menyambut” papar Hasto.

Hasto juga menyebutkan data berbeda ketika melakukan pemantauan terhadap Titiek Soeharto.

“Nama Titiek Soeharto membuat pemberitaan tentang rencana Munaslub partai Golkar lebih ramai diperbincangkan netizen Indonesia. Perbincangan netizen tentang Titiek Soeharto 77,7% lebih ramai dibandingkan Airlangga Hartarto dengan capaian 22,3%”.

Hasto juga menyebutkan, waktu pemantauan dilakukan dilakukan sejak 20 November 2017 hingga 3 Desember 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend