Risma Melarang Transportasi Online Di Surabaya, Netizen Beri Masukan

Transportasi Online

(Sumber foto: ekonomi.rimanews.com / jatim.metrotvnews.com)

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan tak akan memberikan izin untuk perusahaan transportasi online, seperti Go-Jek, Uber dan juga GrabCar di Surabaya. Risma memiliki pendapat yang berbeda terkait kebijakan tersebut. Risma mengaku keputusan itu semata-mata diambil demi keadilan.

“Jika di Surabaya, berkali-kali mau ketemu, saya tidak mau. Kenapa? Karena ini bahaya kalau gesekan di bawah ini. Saya tidak mau itu,” ujar Risma, Minggu (27/3).

Keputusan Risma berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang justru telah menegaskan tak akan melarang adanya transportasi berbasis aplikasi online. Asalkan, pihak perusahaan transportasi tersebut mau memenuhi aturan yang telah ditetapkan dengan mendaftarkan perizinan.

Permasalahannya menurut Risma, transportasi online bisa mendapatkan subsidi dari perusahaan aplikasi online, sedangkan hal itu tak berlaku untuk angkutan umum. “Nah di tingkat bawah ini, terus terang saya takut ada gesekan. Karena yang dapat subsidi pasti menang,” jelas Risma

Sebenarnya Wali Kota Surabaya itu tak menafikan penggunaan teknologi. Namun katanya, jika transportasi online mendapatkan izin, akan sangat tidak adil untuk para angkutan umum. “Kalau terjadi gesekan mengerikan sekali, karena ini urusan perut,” sambung wanita 54 tahun itu. “Sekarang saja tidak ada tekanan, dengan adanya banyak motor, sopir taksi sudah. Sudah itu lho, angkot saja sudah mati.”

Pantauan redaksi eveline periode 27-28  Maret 2016 pada media sosial twitter, mendapati sebanyak 724 tweet oleh netizen yang memperbincangkan mengenai  Risma larang transportasi online. Berikut ragam komentar netizen terpantau tim redaksi eveline, saat sedang menyimak pemberitaan mengenai Risma melarang transportasi online di Surabaya.

Netizen nampak memberi masukan dan kritikan terkait pelarangan transportasi online di Surabaya oleh Risma, @kompascom klo blm ada yg beroperasi yo gpp, tapi klo sdh beribu apa mau di bubarin, nganggur lagi dong”, kicau akun @NasochiAchmad, nampak meminta keputusan itu dipertimbangkan kembali.

Sedang netizen lain menulis, @kompascom pemahamannya bukan “online” ataupun “konvensional” tapi yg “RESMI” & “TIDAK RESMI”, kata @didik_atmono, nampak memperhatikan masalah perizinan. Selanjutnya, @kompascom hehehehhee ko takut ya, hrsnya ada penyuluhan utk masyarakat utk mengerti IT Bu”, dicuitkan akun @yasser_fadilah, sebut bahwa pemahaman masyarakat mengenai teknologi IT perlu ditingkatkan.

One thought on “Risma Melarang Transportasi Online Di Surabaya, Netizen Beri Masukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend