Romo Benny Menyatakan Gereja Katolik Menolak LGBT, Netizen Mengapresiasi

Romo Benny

Perbincangan mengenai kaum LGBT, lagi-lagi menjadi buah bibir yang memanas dalam ranah perbincangan publik di tanah air. Terlebih setelah seorang rohaniwan Pastor Benny Susetyo atau yang akrab disapa Romo Benny menyatakan bahwa Gereja Katolik menolak LGBT, dalam sebuah acara talk show, yakni Indonesian Lawyer Club (ILC) yang digelar TVOne.

Usai perbincangan dan memberikan pernyataan mengenai LGBT dalam acara tersebut, nama “Romo Benny” terkait topik LGBT kemudian ramai dibicarakan para pengguna media sosial twitter yang segera menaikannya menjadi trending topik di twitter.

Berikut pantauan tim redaksi Eveline pada linimasa twitter, menyimak ragam kicauan netizen seputar Romo Benny menyatakan bahwa Gereja Katolik menolak LGBT. Netizen dengan akun @CumanSimpatisan misalnya, menulis, “Gereja katholik dari dulu sampai kapanpun akan tetap menolak LGBT! Benny Susetyo said @ILC_tvOnenews”. Nampak mengutip kembali pernyataan Romo Benny.

Seorang netizen lain terlihat mengicaukan bahwa kehadiran LGBT secara genetis tidak benar, “Romo Benny sebagai pemuka agama katolik tetap menolak perilaku LGBT, dan tidak benar kehadirannya itu scra genetis #ilc”, tulis akun @Ind_JaySof. Namun seorang netizen dengan akun @RizaRidho nampak serius mengicaukan perkataan Romo Benny tentang Gereja Katolik menganggap bahwa LGBT dapat disembuhkan, “Kata Romo Benny, GK menganggap bisa disembuhkan. GK jg menolak kontrasepsi kan?”

Selanjutnya, “Jadi benny susetyor udah bener itu, tp secara uu tata negara semua org dilindungi termasuk LGBT, wong teroris aja dilindungi kok..”, dikicaukan akun dengan nama @PIRDOTDOT, nampak membenarkan pernyataan Romo Benny. Bahkan akun @ratnasusilo, ikut pula menegaskan hal itu dalam kicauannya seperti berikut, “Katolik jg tolak LGBT tp mrk jgn didiskriminasi, kata Romo Benny di @ILC_tvOnenews @karniilyas”.

Sebelumnya tahun lalu Romo Benny sendiri telah menjelaskan bahwa perkawinan sejenis bertentangan dengan norma-norma agama yang berlaku di Indonesia, karena dinilai bertentangan dengan dasar negara Pancasila. “Perkawinan sejenis jelas bertentangan dengan Pancasila yang menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa. Seluruh agama di Indonesia pasti menentang perkawinan sejenis,” secara tegas dijelaskan Romo Beny Susetyo seperti yang dilansir Tribunnews.com (3/7/2015).

Romo Benny kembali mengingatkan, ancaman nyata dari perkawinan sejenis di mana akan menghilangkan makna keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Bahwa anak yang hidup dalam keluarga dari orang tua sejenis akan kehilangan figur ayah atau ibu. Jadi resikonya sebutan ayah ibu dari sang anak pasti akan segera dihilangkan, karena bagaimanapun sebutan ini tercipta dari peristiwa biologis, bukan formalitas belaka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend