Saham Starbuck Turun, Terpengaruh Aksi Boikot?

Dukung LGBT, Netizen Ramai Kicaukan Boikot Starbucks di Indonesia

Foto: Istimewa

Saham PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) terus melemah selama seminggu terakhir. MAPB merupakan pemegang lisensi waralaba Starbucks di Indonesia.

Saham MAPB telah melemah sejak pemberitaan CEO Starbucks Howard Schultz yang kembali menyatakan dukungan kepada pernikahan sejenis. Bahkan pada Rabu, (5/7), sempat mencapai titik terendah di 2550.

Sebelumnya pada Senin, (3/7), saham MAPB senilai 3150 lalu turun 360 poin menjadi 2790 pada Selasa, (4/7). Hari ini pun sempat menyentuh level terendah di 2590. Meski begitu menjelang penutupan, saham MAPB mulai menanjak ke zona hijau. Kemudian ditutup menguat 120 poin dari posisi pembukaan awal senilai 2690 menjadi 2810.

Analis Binaartha Securities Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, pelemahan saham MAPB yang terjadi akhir-akhir ini merupakan dampak dari pemboikotan Starbucks yang dilakukan oleh sebagian masyarakat. “Saya percaya aksi pemboikotan yang dilakukan sebagai bentuk protes atas sikap gerai kopi internasional tersebut mendukung hak-hak dan kebebasan kaum gay,” ujarnya seperti dikutip dari Republika.co.id, Jumat, (7/7).

Ajakan boikot yang diserukan oleh Muhammadiyah memang mendapatkan pro dan kontra masyarakat. Salah satu yang kontra terhadap ajakan tersebut meminta agar boikot tidak saja berlaku untuk produk Starbuck.

Dukungan terhadap boikot starbuck juga berdatangan dari politikus nasional, Fadli Zon. Ia menilai jika Starbucks diboikot, akan berdampak bagus untuk kelancaran bisnis kopi pengusaha lokal. Fadli juga menambahkan, jika dilihat dari agama yang diakui di Indonesia, LGBT sangat bertentangan. Dia juga menyarankan agar LGBT bukan untuk dikampanyekan tapi ditangani dengan baik.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend