Tagar #SayaPribumi Dua Hari Menjadi Trending Topic

Pidato Anies Baswedan Soal Pribumi Ramai Diperbincangkan Netizen

Foto: Ilustrasi

Sejumlah pihak mempersoalkan pidato pertama Anies Baswedan usai resmi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. Hal ini karena dalam pidatonya tersebut Anies menyebut kata pribumi.

“Jakarta ini satu dari sedikit kota di Indonesia yang merasakan kolonialisme dari dekat, penjajahan di depan mata, selama ratusan tahun. Di tempat lain mungkin penjajahan terasa jauh tapi di Jakarta bagi orang Jakarta yang namanya kolonialisme itu di depan mata. Dirasakan sehari hari,” ujar Anies

Anies pun berorasi dan berbicara soal perjuangan pribumi melawan kolonialisme. Menurutnya, semua warga pribumi harus mendapat kesejahteraan. “Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ucapnya.

Dihujat karena dianggap membuat pidato bernada rasis, netizen pun melakukan pembelaan terhadap Anies Baswedan. Melalui tagar #SayaPribumi, netizen ingin menunjukkan agar tidak perlu takut untuk menggunakan kata tersebut.

Sementara netizen lainnya terlihat beramai mendukung ajakan tersebut untuk menggunakan tagar #SayaPribumi. Seperti yang disuarakan netizen berikut.

Akun pemantau media dan media sosial, @evellocorp menyebutkan bahwa penggunan tagar #SayaPribumi selama dua hari mencapai 19 ribu kicauan.

Ketua Umum Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Krist Ibnu T Wahyudi mengungkapkan, ratusan advokat siap membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pidatonya yang dilaporkan ke polisi. Ratusan advokat dari ACTA ini akan pasang badan membela Gubernur Anies.

“Kami telah membaca berita soal pidato tersebut secara seksama dan menurut kami tidak ada yang salah dengan pidato tersebut,” ungkapnya dalam keterangan pers, Selasa (17/10) malam.

Secara kontekstual Anies menyampaikan istilah pribumi secara sangat tepat. Yaitu, saat berbicara soal perjuangan pribumi melawan kolonialisme pada masa sebelum kemerdekaan. Saat itu topiknya mengenai bagaimana pribumi dulu ditindas oleh penjajah.

“Saya pikir mereka yang menuduh Anies rasis mesti belajar sejarah. Padahal Bung Karno pernah berpesan jangan sekali-kali melupakan sejarah,” ungkap Wahyudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend