Tanda Tangan Petisi Pencabutan Nobel Suu Kyi Nyaris Tembus 300 Ribu

Terkait Pembantaian Muslim Rohingya, #UsirDubesMyanmar Dikicaukan Netizen Indonesia

Foto: Istimewa

Lebih dari 2.600 rumah telah dibakar di wilayah pemukiman mayoritas etnis Rohingya di barat laut Myanmar pada pekan lalu. Ini merupakan salah satu serangan paling mematikan terhadap minoritas Muslim di Myanmar dalam beberapa dekade.

Selain itu, sekitar 58.600 orang Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh dari Myanmar. Hal ini diungkapkan badan pengungsi PBB, UNHCR, saat para pekerja bantuan di sana berjuang untuk membantu orang-orang Rohingya.

Pejabat Myanmar menyalahkan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atas pembakaran rumah-rumah tersebut. Kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi terhadap pos keamanan pekan lalu yang memicu bentrokan dan serangan balik militer yang besar.

Namun orang-orang Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh mengatakan, pembakaran dan pembunuhan oleh tentara Myanmar tersebut yang memaksa mereka melarikan diri ke Bangladesh.

Perlakuan Myanmar kepada sekitar 1,1 juta orang Rohingya adalah tantangan terbesar yang dihadapi pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Para kritikus Barat mengkritisinya terus-menerus karena dia  selalu bungkam terhadap penganiayaan minoritas Muslim di sana.

“Aung San Suu Kyi benar-benar dianggap sebagai salah satu tokoh paling memberikan inspirasi di zaman kita, namun perlakuan terhadap Rohingya, sayangnya, menodai reputasi Burma,” kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson, Sabtu, (2/9).

Sementara dari dalam negeri, beredar petisi yang menginginkan agar nobel perdamaian yang pernah diterima oleh Aung San Suu Kyi dicabut. Dalam petisi yang dimulai oleh Emershon Yunto tersebut, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi tidak melakukan upaya apapun untuk menghentikan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di negerinya itu.

Akibatnya, kini banyak warga Muslim Rohingya yang mengungsi dan terdampar di perbatasan Bangladesh. Organisasi Migrasi Internasional (IOM) melaporkan sedikitnya 18.445 Muslim Rohingya yang mengungsi.

Dalam petisi disebutkan jika penerima Nobel tidak bisa menjaga “perdamaian” maka demi perdamaian dan persaudaraan sudah selayaknya perhargaan yang diterimanya harus dikembalikan atau dicabut oleh Komite Nobel, kami meminta Ketua Komite Nobel untuk mencabut Nobel Perdamaian yang diberikan untuk Suu Kyi. Hanya mereka yang sungguh-sungguh menjaga kedamaian yang layak menerima hadiah Nobel Perdamaian.

Hingga berita ini dimuat, jumlah tanda tangan yang dikumpulkan mencapai 261.179 penandatangan. Sementara target tanda tangan diharapkan mencapai 300 ribu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend