Tanggapan Pro-Kontra Netizen Terhadap Penghapusan Pasal Penodaan Agama

Penggerak Aksi 313 Ditangkap, Netizen Heran

Foto: Istimewa

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Yati Andriyani, menyebutkan pasal penodaan agama dalam KUHP telah banyak memakan korban. Beleid tersebut juga kerap digunakan sebagai kepentingan politik atau kelompok tertentu.

“Saya rasa ini momentum yang sangat tepat untuk dihapuskan. Karena ini pasal karet maka dia akan dengan mudah dijadikan alat untuk menyerang orang lain, mendorong kepentingan politik yang lain yang tujuannya bukan murni penegakan hukum,” kata Yati di Kawasan Manggarai, Jakarta, Rabu (10/5) seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Dalam wawancara dengan tirto.id, Ketua YLBHI Asfinawati menyorot kasus penistaan agama yang dialami Ahok dan bahayanya bagi Indonesia. “Menurut saya, pemakaian istilah ‘penistaan’ adalah spin untuk wacana tertentu,” kata pengacara yang membela terdakwa-terdakwa kasus penodaan agama yang dialami Komunitas Eden, Syiah, Ahmadiyah, dan Gafatar ini. Ia juga menegaskan bahwasanya undang-undang hanya mengenal istilah “penodaan,” bukan “penistaan.”

Terhadap wacana penghapusan pasal penodaan agama, netizen menanggapi dengan sikap pro dan kontra. Netizen yang mendukung pasal penodaan agama dihapuskan berharap penerapan terhadap pasal tersebut berlaku untuk seluruh pemeluk agama.

Sementara itu, netizen yang mendukung agar pasal penodaan agama tidak dihapus menyebutkan sejumlah alasan. Akun @Ronon1948 menyebutkan tidak saja Indonesia yang memiliki pasal penodaan agama. Diseluruh dunia terdapat 147 negara yang menerapkan pasal seperti ini.

Pakar hukum Prof. Romli Atmasasmita menilai pasal penodaan Agama harus tetap diberlakukan. Karena selain untuk memelihara kerukunan umat beragama, juga dinilai cocok dengan karakter bangsa Indonesia. Hal itu menanggapi adanya desakan penghapusan pasal tersebut sejak terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi divonis dua tahun penjara dan ditahan.

Menurutnya, jika pasal Penodaan Agama dihapus dipastikan bangsa ini justru akan terpecah belah. Karena masing-masing umat beragama boleh saling menista satu sama lain. “Psl penodaan agama ada sj sdh dilanggar,” katanya, seperti dikutip dari akun Twitter-nya @rajasundawiwaha, Jumat (12/5).

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Send this to friend