Telegram Resmi Diblokir, Netizen Sindir #RIPDemokrasi

Blokir Telegram, Pemerintah Dikritik Habis Netizen

Foto: Istimewa

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada Jumat telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik situs aplikasi percakapan Telegram.

“Pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia,” demikian siaran pers Kementerian Kominfo, Jumat (14/7).

Adapun ke-11 DNS yang diblokir adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org. Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web (tidak bisa diakses melalui komputer).

Akibat pemblokiran tersebut, netizen ramai menyindir kebijakan pemerintah. Salah satunya dengan beramai-ramai menggunakan tagar #RIPDemokrasi. Salah satu yang menjadi sorotan netizen dalam tagar tersebut adalah matinya kebebasan berbicara.

Sementara netizen lainnya mencoba membandingkan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut netizen yang juga kader Partai Demokrat ini, selama 10 tahun era SBY, tidak ada pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa aplikasi Telegram ini dapat membahayakan keamanan negara karena tidak menyediakan SOP dalam penanganan kasus terorisme.

Dirjen Aptika juga menegaskan, dalam menjalankan tugas sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 40 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kemkominfo selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga Negara dan aparat penegak hukum lainnya dalam menangani pemblokiran konten-konten yang melanggar peraturan perundangan-undangan Indonesia.

Sementara, pantauan dari akun @evellocorp menyebutkan bahwa pada pukul 19:23 WIB (15/7), tagar #RIPDemokrasi menuai cuitan netizen sebanyak 3.125 tweet.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend