Platform Twitter Penentu Kemenangan Trump, Mantan CEO Minta Maaf

Donald Trump Kalah

Foto: Istimewa

Platform media sosial twitter ditengarai jadi salah satu kunci pemenangan Donald Trump menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat. Hal ini terungkap setelah mantan CEO Twitter, Evan Williams, secara terbuka meminta maaf atas peran yang dimainkan platform media sosial miliknya dalam pemilihan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

“Saya rasa benar, mungkin dia tidak akan terpilih jika bukan karena Twitter. Ini hal yang sangat buruk, mengingat peran Twitter dalam hal itu. Jika memang benar, saya minta maaf,” kata Williams, dalam wawancara dengan New York Times, Sabtu (20/5).

“Saya pikir mungkin saya tidak akan berada di sini jika bukan karena Twitter, karena saya berhadapan dengan pers palsu, pers yang tidak jujur. Maksud saya, tidak termasuk Fox, karena Fox adil kepada saya. Tapi Anda lihat CNN dan media lain,” ujar Trump.

Pernyataan Williams merupakan tanggapan dari pernyataan Trump sebelumnya. Pada Maret lalu, Trump mengakui kepada Fox News bahwa kemenangannya dibantu oleh peran besar Twitter.

Akun Twitter pribadi Trump memiliki 30 juta pengikut. Ia dikenal sebagai pengguna yang aktif, bahkan jauh sebelum ia mengumumkan niatnya untuk menjadi kandidat Presiden AS dari Partai Republik. Platform ini kemudian digunakan secara ekstensif oleh para pendukungnya selama masa kampanye untuk memberi dorongan kepadanya dan mencela Hilary Clinton.

Kemenangan Trump pada pemilihan presiden Amerika Serikat yang lalu masih meninggalkan perseteruan bagi pendukung masing-masing kandidat. Bahkan tidak sedikit netizen Amerika Serikat yang ingin menurunkan Donald Trump.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh netizen lainnya bahwa kehadiran Trump membawa kerusakan di Amerika Serikat. “The sooner he gets impeached, the less damage he can do. Remember, chances are Democrats will have to clean up the mess trump leaves behind”, cuit @berriojo1.

Sejak memasuki Gedung Putih, ia juga mengambil alih kendali akun Twitter @POTUS (Presiden Amerika Serikat), yang memiliki 17 juta pengikut. Gaya menulis Trump yang produktif dan sering kali agresif di Twitter telah mendapat perhatian penuh sejak dia menjabat.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend