Walikota dan Istri Tewas Ditangan Duterte, Netizen Kritik Keras

Presiden Filipina

Foto: Ilustrasi

Seorang wali kota di Filipina selatan yang masuk dalam daftar hitam Presiden Rodrigo Duterte sebagai tersangka teratas pengedar obat bius tewas saat razia menjelang fajar di rumahnya di Pulau Mindanao.

Reynaldo Parojinog merupakan wali kota ketiga yang tewas dalam penumpasan narkotika berdarah oleh pemerintah. Parojinog, wali kota Ozamiz, tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan yang melaksanakan tugas di rumahnya.

Kepala Kepolisian Mindanao Utara, Timoteo Pacleb, kepada wartawan mengatakan, beberapa pucuk senjata dan obat terlarang sejenis sabu-sabu (methamphetamin) yang belum diketahui berapa besar jumlahnya disita dari rumah wali kota itu.

Beberapa orang lain, termasuk istri Parojinog, tewas dalam penggerebekan itu. “Keluarga Parojinog, jika Anda ingat, termasuk dalam daftar Presiden Duterte tentang tokoh-tokoh yang terlibat dalam perdagangan obat terlarang,” kata Ernesto Abella, juru bicara presiden, dalam sebuah pernyataan.

Perang Duterte terhadap peredaran narkotika di Filipina memang melahirkan sikap pro dan kontra masyarakat. Meskipun dukungan terhadap Duterte meluas, tidak sedikit netizen, baik dari Filipina dan masyarakat internasional yang mengkritik kebijakan tersebut.

Duterte telah berjanji melancarkan perang terhadap perdagangan obat terlarang walau menerima kritik dari berbagai kelangan khususnya kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Dalam beberapa jumpa pers dan kegiatan publik Presiden Duterte menunjukkan sebuah buku tebal yang dikatakannya berisi nama-nama pejabat yang diduga terkait dengan perdagangan obat terlarang. Buku itu berisi sekitar 3.000 nama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend