Woww!! Kata Kunci “Saracen” Tembus Lebih Dari 100 Ribu Kicauan

Foto: Istimewa

Sejak terungkap Direktorat Siber Bareskrim Polri, indikat penyebar kebencian yang mengunakan sarana media sosial. Nama sindikat “Saracen” pun tak lepas dari ramainya kicau netizen menanggapi terbongkarnya bisnis penyebar kebencian tersebut.

Pantauan redaksi dengan menggunakan evello, pada periode 23-27 Agustus 2017, kata kunci saracen telah dipergunakan netizen 114.510 tweet. Pantauan tersebut dilakukan pada Minggu (27/8) pukul 12:59 WIB.

Puncak kicauan netizen terjadi pada tanggal 25 Agustus 2017 pukul 14:00 WIB dengan jumlah tweet mencapai 3.036 kicauan. Sementara perbincangan tentang Saracen pada Minggu (27/8) terpantau cenderung meningkat dari pagi hingga siang hari.

Dikutip dari Antara, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyebut sindikat hoax atau penyebar berita bohong Saracen berpotensi terorisme.

“Belum teroris. Tapi berpotensi terorisme,” katanya kepada wartawan dalam kesempatan di Surabaya, Sabtu (26/8). Dia berterima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia yang telah membongkar sindikat Saracen, di antaranya menangkap tersangka berinisial MFT (43), yang ditangkap di Koja, Jakarta Utara, pada 21 Juli, JAS (32) yang ditangkap di Pekanbaru, Riau, pada 7 Agustus, serta SRN (32) yang ditangkap di Cianjur, Jawa Barat, pada 5 Agustus.

Polisi mengungkap sindikat Saracen telah menjalankan bisnis ujaran kebencian melalui berbagai akun media sosial dan laman di dunia maya sejak November 2015, termasuk di dalamnya menyebar hoaks pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta.

Para anggota Saracen disebut mahir membuat akun palsu, anonim, semianonim, hingga riil, serta bisa memulihkan akun-akun yang yang sudah diblokir, dengan cara kerja yang terorganisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend