Janji Ekonomi Meroket Bulan September, Fadli Zon Kritik Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon, terus mengeluarkan kritiknya terhadap kebijakan ekonomi Presiden Joko Widodo. Kondisi ini terlihat dari kondisi perekonomian yang masih belum sepenuhnya membaik, meski sudah dua kali Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga belum mengalami penguatan signifikan.

Menurut Fadli Zon, kalau kebijakan sudah banyak yang digulirkan, namun perekonomian belum menunjukkan perbaikan. Maka harus ada evaluasi. Ia mengatakan jangan sampai ada krisis kepercayaan kepemimpinan. Menurut dia, hal ini terkait dengan kebijakan publik. “Jika kebijakan tidak berhasil, apa kebijakannya yang salah atau pemimpinnya yang salah. Karena ini terkait kepercayaan,” ujarnya.

Redaksi Eveline mencatat, perbincangan mengenai kritik Fadli Zon memenuhi linimasa Twitter pada tanggal 2 Oktober 2015. Pemantauan yang dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System ini mendapati sebanyak 1.824 tweet berkicau tentang kritik Fadli Zon terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.

Fadli Zon juga mengkritik pemerintah yang sebelumnya menargetkan pertumbuhan ekonomi akan meroket pada September sampai akhir tahun. “Tapi yang meroket rupiah yang makin lemah. Jadi, kalau ucapan pemimpin itu tidak terbukti, akan lebih bagus kalau tidak diucapkan dan tidak dijanjikan,” katanya.

Menurut dia, hal ini menimbulkan ketidakpercayaan dalam negeri dan internasional. “Investor jadi tidak yakin, ucapan presiden tidak bisa dipegang, jadi lebih baik dibuktikan saja,” katanya. Pantauan Redaksi Eveline mencatat netizen sebut Fadli Zon tagih janji ekonomi akan meroket  sebanyak  841 tweet. Selain itu netizen juga menagih  janji bahwa ekonomi akan meroket pada bulan september, sebanyak  556 tweet menyebut hal ini.

Fadli Zon juga menambahkan agar pemerintah serta Bank Indonesia dapat bekerja bersama,  bukanlah sama-sama menyalahkan dalam melakukan perbaikan perekonomian. Karena, pihaknya melihat bayang-bayang krisis ekonomi 1998 tengah menempa Indonesia di masa pemerintahan Jokowi ini.

****

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Send this to friend